Bocornya Jejaring Spionase Rusia di Amerika Diselidiki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cynthia Murphy alias Lydia Guryev (kiri atas), Patricia Mills alias Natalia Pereverzeva, Anna Chapman, Tracey Lee Ann Foley alias Elena Vavilova, Vicky Pelaez, Richard Murphy (kiri bawah) alias Vladimir Guryev, Michael Zottoli alias Mikhail Kutsik, Mikhail Semenko, Donald Howard Heathfield alias Andrey Bezrukov dan Juan Lazaro alias Mikhail Vasenkov. AP/U.S. Marshals

    Cynthia Murphy alias Lydia Guryev (kiri atas), Patricia Mills alias Natalia Pereverzeva, Anna Chapman, Tracey Lee Ann Foley alias Elena Vavilova, Vicky Pelaez, Richard Murphy (kiri bawah) alias Vladimir Guryev, Michael Zottoli alias Mikhail Kutsik, Mikhail Semenko, Donald Howard Heathfield alias Andrey Bezrukov dan Juan Lazaro alias Mikhail Vasenkov. AP/U.S. Marshals

    TEMPO Interaktif, Moskow - Seorang anggota parlemen Rusia hari ini menyerukan penyelidikan khusus atas sebuah rilis resmi informasi atas satu jaringan spionase Rusia di Amerika Serikat.

    Deputi Ketua Komite Keamanan Parlemen Rusia ingin sebuah komisi khusus untuk menganalisa bagaimana informasi di agen Rusia bisa bocor. Demikian Alyona Zhukova, seorang juru bicara untuk kantor anggota parlemen Gennady Gudkov.

    Zhukova bilang legislatif telah mengkonfirmasi sebuah laporan surat kabar yang mengidentifikasi seorang kolonel di Badan Intelijen Asing Rusia sebagai sumber yang memberi bahan ke pejabat Amerika Serikat. Dan anggota parlemen itu juga menganggap bocornya informasi sebagai pukulan besar bagi citra jaringan intelijen Rusia.

    Artikel yang terbit di harian berpengaruh Rusia, Kommersant edisi Kamis, menyebutkan “pengkhianat”, yang dikenal sebagai “Kolonel Shcherbakov”, melarikan diri dari Rusia tiga hari sebelum presiden Rusia tiba di Amerika Serikat untuk pertemuan dengan Presiden Barack Obama –hanya beberapa hari sebelum jejaring itu dibubarkan.

    Baik Departemen Luar Negeri maupun Badan Intelijen Pusat (CIA) tak mau berkomentar atas laporan tersebut. Laporan itu mengutip sebuah sumber yang menyebut Amerika Serikat cemas bahwa badan intelijen Rusia baal menari agen itu dari Amerika, mengurung dan menangkap mereka. Pada Juli lalu, 10 agen Rusia diserahkan oleh Amerika Serikat yang ditukar dengan empat tahanan Rusia.

    Artikel di Kommersant menyebut Shcherbakov, yang hanya diidentifikasi nama belakang, tengah menuju cabang Badan Intelijen Asing yang mengawasi agen-agen yang bekerja di luar negeri dengan penyamaran tapi tanpa perlindungan diplomatik kredensial.

    CNN | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.