Takut Jadi Perawan Tua, Anak Gugat Ayahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Bernat Armangue

    AP/Bernat Armangue

    TEMPO Interaktif, Gara-gara tak diizinkan menikah, enam perempuan bersaudara di Madinah, Arab Saudi, nekat menggugat ayahnya ke pengadilan. 

    Langkah ini diambil karena sang ayah berkali-kali menolak lelaki yang meminang anak-anaknya. Tak hanya itu, sang ayah juga tak mengizinkan keenam anaknya menikah. Takut menjadi perawan tua, keenam perempuan itu, yang semuanya berusia 30 tahunan, akhirnya menulis surat kepada Ketua Komite Advokasi Arab Saudi Sultan bin Zahem. Di dalam surat tersebut, mereka menuntut diberikan otoritas untuk menikah. 

    Kepada Bin Zahem, mereka mengadu bahwa ayahnya selalu menolak pinangan untuk anak-anaknya karena menganggap tidak ada perempuan di keluarganya yang boleh merundingkan pernikahan. 

    Seperti dilaporkan surat kabar Saudi Okaz, dalam surat para perempuan itu juga ditulis bahwa ayah mereka telah menolak banyak peminang meskipun mereka laki-laki yang saleh dan berperilaku baik.

    Pengaduan ini disambut baik oleh Komite Advokasi. Ketuanya, Bin Zahem, mengatakan perempuan tersebut boleh mengajukan gugatan hukum melawan wali mereka, dan hakim akan memanggil ayahnya untuk dimintai keterangan, mengapa tidak mengizinkan anak-anaknya menikah. 

    Jika alasannya meyakinkan, hakim akan menggunakan wewenangnya untuk mengizinkan mereka menikah dengan lelaki yang mereka inginkan. 

    Menurut petugas, apa yang dilakukan keenam perempuan itu tidak bisa dipertimbangkan sebagai pembangkangan terhadap orang tua. Sebab, mereka menuntut hak untuk kehidupan sosial pribadi mereka. Dukungan ini membuat keenam perempuan itu sekarang bersiap menggugat ayahnya di meja hijau.

    Sementara di Arab perempuan sulit menikah karena orang tuanya, di Kuwait, anggota parlemen negara kaya minyak itu baru-baru ini mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan kepada laki-laki warga Kuwait yang ingin memiliki istri kedua. 

    Usulan ini diangkat untuk mengurangi jumlah perempuan lajang di negara itu. "Usulan itu bertujuan menyelesaikan masalah perempuan yang tak menikah, yang tengah dihadapi masyarakat kita saat ini dan menggalakkan janda, duda, serta perempuan membentuk keluarga baru," kata anggota parlemen independen Syiah, Faisal al-Duwaisan. 

    Sebelumnya, negara teluk ini mengabulkan memberikan bantuan kepada laki-laki Kuwait yang baru pertama menikah berupa uang 4.000 dinar. Tapi Duwaisan ingin pemerintah juga memberikan paket bantuan tambahan untuk laki-laki yang ingin beristri dua. 

    THE TIMES OF INDIA | NINEMSN | SUNARIAH 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.