Roket Menghantam Pelabuhan Yordania, Empat Terluka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Israel mencari pecahan roket di Eilat (2/8). AP/Yehuda Ben Itah

    Tentara Israel mencari pecahan roket di Eilat (2/8). AP/Yehuda Ben Itah

    TEMPO Interaktif, Amman - Sebuah roket ditembakkan dari luar wilayah Yordania menghantam area hotel di pelabuhan Laut Merah Aqaba, melukai empat warga sipil. Demikian keterangan sumber di kementerian dalam negeri, Ahad.

    "Salah seorang korban cedera serius," kata sumber kepada Reuters.

    Sementara itu dari Jalur Gaza dilaporkan, sebuah ledakan terjadi di rumah komandan senior Hamas di Jalur Gaza melukai sediktinya 36 orang, Hamas, dan karyawan rumah sakit di teritorial Palestina.

    Ledakan terjadi Senin dini hari di rumah Alaa al-Danaf, komandan lapangan sayap militer Hamas di kamp pengungsi Deir el-Balah, selatan Gaza.

    Menurut koran Haaretz, Senin pekan lalu, sediktinya lima roket ditembakkan ke kota pelabuhan Eilat, selatan Israel. Tak ada korban yang ditimbulkan, namun satu atau lebh dari roket-roket tersebut mendarat di kota Aqaba, Yordania melukai empat orang.

    Saksi mata di Eilat mengatakan, tembakan roket ini merupakan pertama kali sejak lima tahun terakhir ini semenjak serangan rudal mengenai kota yang terletak di perbatasan Semenanjung Sinai, Mesir.

    Akibat ledakan di Gaza, Senin dini hari, sedikitnya 17 orang dilarikan ke rumah sakit. Sementara sumber yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, sedikitnya dua orang tewas. Wartawan Al Jazeera Nicole Johnston melaporkan dari kota Gaza, sedikitnya satu orang dalam kondisi kritis.

    Seorang petugas medis Hamas mengatakan kepada Al Jazeera ledakan akibat serangan roket Israel. Namun juru bicara angkatan bersenjata Israel menolak bertanggung jawab.

    REUTERS | AL JAZEERA | CHOIRUL


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.