Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menggunakan teropong melihat Korea Utara di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea sejak Perang Korea, Korea Selatan. AP/Paul J. Richards, Pool

    Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menggunakan teropong melihat Korea Utara di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea sejak Perang Korea, Korea Selatan. AP/Paul J. Richards, Pool

    TEMPO Interaktif, Seoul - Amerika Serikat, Rabu, mengumumkan sanksi baru bagi Utara, termasuk soal jual beli senjata serta pembekuan aset pribadi.

    Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menyusul pembicaraan tingkat tinggi di Korea Selatan.

    Dia katakan, sanksi itu sebagai reaksi terhadap Pyongyang dan secara tak langsung ditujukan terhadap Korea Utara.

    Sejak teggelamnya kapal selam Korea Selatan beberapa bulan lalu, yang diduga dilakukan oleh pasukan Korea Utara, hubungan kedua negara kian memanas. Bahkan Korea Utara mengancam mendeklarasikan perang jika PBB benar-benar menerapkan sanksi terhadap negerinya.

    Amerika Serikat dan Korea Selatan, serta menteri pertahanan kedua negara mengingatkan Korea Utara akan adanya "konsekwensi serius" jika Utara benar-benar melakukan serangan melawan Selatan.

    Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates mengadakan pertemuan dengan rekannya di Korea Selatan Yu Myung-hwan dan Kim Tae-young membahas soal senjata nuklir Utara.

    REUTERS | CHOIRUL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.