Thailand Minta Perintah Pengadilan Tahan Pemimpin Oposisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bangkok - Pemerintah Thailand hari ini akan meminta surat perintah pengadilan untuk menahan para pemimpin “Gerakan Kaus Merah” yang terus menggelar unjuk rasa besar-besaran.

    Hingga Ahad lalu, puluhan ribu pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra telah dua hari menguasai kawasan bisnis elit dan hotel-hotel mewah. Mereka juga masih menduduki Jembatan Pan Fah di daerah kota lama.

    Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva telah menyatakan demonstrasi itu sudah melanggar hukum. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda akan dibubarkan paksa oleh tentara. Perundingan dua hari dengan pengunjuk rasa gagal.

    Para pendemo menegaskan mereka tidak akan berhenti sampai parlemen dibubarkan. Pimpinan oposisi sudah memberikan wkatu 15 hari kepada Abhisit untuk melaksanakan tuntutan itu.

    Wakil Perdana Menteri Suthep Thaugsuban mengatakan para pengunjuk rasa telah melanggar Akta Keamanan Dalam Negeri (ISA) yang diterapkan bulan lalu. “Kami telah berupaya sebaik mungkin untuk bersabar,” katanya.

    Reuters/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.