Warga Bangkok Mulai Gerah Terhadap Aksi-aksi Demo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra berunjuk rasa di Bangkok, Rabu (10/02). Mereka mendesak pemerintah menggelar pemilihan umum dengan kebijakan baru. AP Photo/Apichart Weerawong

    Sejumlah pendukung mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra berunjuk rasa di Bangkok, Rabu (10/02). Mereka mendesak pemerintah menggelar pemilihan umum dengan kebijakan baru. AP Photo/Apichart Weerawong

    TEMPO Interaktif, Bangkok -Hari ini tiba saatnya para pengacara mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra mengajukan berkas banding mereka, sementara badan-badan negara, Departemen Comptroller-Jendral, Departemen Keuangan, Departemen Eksekusi Hukum dan Komisi Nasional Anti Korupsi (NACC), mencoba mengambil alih secara sah harta Thaksin sebesar Baht Thailand 46 miliar lebih.

    Seperti tak terkalahkan, di pengasingan Thaksin lewat twitter dan SMS mengajak orang bergabung dalam reli demonstrasi Sabtu besok, yang dia dan kalangan Kaus Merah harapkan lebih besar dalam hal jumlah dibanding sepekan terakhir.

    Sebaliknya pemerintah menanggapi sederhana dengan berjanji akan menghapus beberapa barikade keamann mereka, sementara saat bersamaan mempertahankan elemen-elemennya, memaparkan paranoia sehat tentang sabotase, mungkin memang seharusnya begitu, meskipun Thaksin menghasut perlawanan dan juru bicara kepolisian Mayor Jenderal Pol Prawut Thavornsiri menjamin bahwa mereka tidak mengharapkan sabotase atau kekerasan di jalanan.

    Warga ibukota Bangkok mulai gerah dengan berlanjutnya suasana khaos di jalanan. Sebuah konsorsium dari 1283 kelompok sipil yang mewakili komunitas-komunitas di Bangkok, kemarin melansir pernyataan, mengajak percepatan resolusi lewat negoisasi-negoisasi damai, menghormati hak-hak dan kenyamanan warga Bangkok dan rumah mereka.

    Begitulah, pergolakan perbedaan sikap pemerintah dan kalangan Kaus Merah, warga kota sudah tak lagi nyaman dengan kondisi kehidupan mereka yang kini begitu terganggu. Tapi tampaknya mereka masih mampu bertahan atas chaos untuk beberapa waktu sebagaimana UDD berjanji menggelar reli besar pamungkas besok. Sementara itu, para akademisi Thailand memperkriakan konsekuensi-konsekuensi buruk terhadap PDB, pertumbuhan ekonomi dan turisme akibat demo-demo Kaos Merah.

    Pattaya Daily News/dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.