Dituduh Hina Presiden Sudan, Para Editor Dua Koran Dipanggil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Khartoum - Pemerintah Sudan memanggil para editor dari dua koran atas tuduhan menghina Presiden Omar Hassan al-Bashir, yang akan mencalonkan diri pada pemilihan umum April ini.

     

    Para editor dari koran Ajras al-Huriya dan al-Rai al-Shaab ditanyai Dewan Pers Nasional yang menuding mereka melanggar hukum dan menghina presiden. Dewan Pers Nasional bisa menjatuhkan sanksi penutupan sementara terhadap dua koran tersebut.

     

    “Mereka bertanya kepada kami: bagaimana mungkin Anda mengkritik presiden?” ujar Faiz Alsiaik, Pemimpin Redaksi Ajras al-Huriya. Koran Ajras al-Huriya memiliki keterkaitan dengan bekas Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM).

     

    “Mereka bertanya kepada kami mengenai bukti yang kami miliki bahwa Bashir telah menewaskan 10 ribu orang di Darfur,” kata Alsiaik kepada Reuters, Senin (15/3).

     

    Bashir dalam dua jumpa pers yang disiarkan ke sembilan negara mengatakan bahwa korban konflik Darfur 10 ribu, atau lebih sedikit dari perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyebutkan 300 ribu orang tewas.

     

    Dewan Pers Nasional menyatakan penyelidikan saat ini sedang dilakukan. “Ini merupakan prosedur. Pertama, Komite akan melihat apakah ada pelanggaran. Setelah itu, mereka akan mengeluarkan keputusan,” ujar Elobeid Marawih, Sekretaris Jenderal Dewan Pers Nasional.

     

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.