Palestina Batalkan Perundingan Damai dengan Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) di Tepi Barat (11/3). REUTERS/Ammar Awad

    Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) di Tepi Barat (11/3). REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO Interaktif, Presiden Palestina setuju membatalkan perundingan damai tak langsung dengan Israel menyusul pengumuman Menteri Dalam negeri Israel yang menyetujui pembangunan 1.600 permukiman baru di daerah pendudukan di Tepi Barat.

    Keputusan Presiden Mahmoud Abbas itu disampaikan kepada Amr Moussa selaku Sekretaris Jenderal Liga Arab melalui telepon. "Situasi seperti ini membuat Palestina tidak siap melakukan perundingan damai tak langsung dengan Israel," ujarnya. 

    Menteri Dalam Negeri Eli Yishai berasal dari Shas partai nasionalis ultraortodoks, Selasa waktu setempat, mengumumkan akan membangun 1.600 perumahan baru di Ramat Shlomo kawasan untuk agama Yahudi di daerah pendudukan Tepi barat yang dianeksasi ke Yerusalem oleh Israel.

    Pengumuman tersebut kontan mendapatkan reaksi keras dari bangsa Palestina. Bahkan Wakil Presiden Amerika Serikat yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke negeri Zionis itu mengutuk keras kebijaksanaan tersebut.

    Berbicara kepada Al Jazeera, Biden menjelaskan kenapa dirinya mengutuk kebijaksanaan itu. "Palestina dan Israel telah sepakat mengadakan pembicaraan, diharapkan mengerucut pada persetujuan. Kebijaksanaan Israel menghambat kesepakatan damai."


    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.