Parasut Tak Berkembang, Penerjun Selamat dari Ketinggian Seribu Meter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • "Solidaritas Pemuda dan Penggiat Alam Terbuka" melakukan terjun bebas di Jakarta, Selasa (10/11). Aksi tersebut untuk memperingati Hari Pahlawan dan solidaritas mendukung pemberantasan korupsi. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO Interaktif, Port Elizabeth - Seorang penerjun payung wanita berhasil selamat dari ketinggian 3.000 kaki atau seribu meter, setelah parasutnya tidak bisa berkembang. Lareece Butler, 26 tahun, hanya menderita memar, patah kaki dan gegar otak ketika dia terhempas ke tanah.

    Parasut itu seharusnya membuka setelah ia melompat dari pesawat. Tapi kejadiannya sebaliknya, Butler justru terbelit tali parasut, berputar-putar dan jatuh ke bumi.

    Dokter mengatakan dia berhasil selamat "karena campur tangan Tuhan.” Butler berada dalam kondisi stabil namun masih serius dirawat rumah sakit setelah insiden di Port Elizabeth, Afrika Selatan.

    Joos Vos, manajer dari EP Skydiving Club, mengatakan bahwa Butler dilatih dalam semua aspek yang diperlukan untuk menikmati dan melakukan penerjunan yang aman saat melompat. "Lareece meloncat dari pesawat pada ketinggian 3.000 kaki dalam posisi tubuh yang tidak stabil yang membuat parasut membelit dengan baju terjun."

    Anggota keluarga mengatakan kepada media di Afrika Selatan bahwa Butler didorong keluar dari pesawat setelah menolak untuk melompat – namun klaim ini ditolak oleh klub. Penyelidikan insiden ini dilakukan untuk memastikan kejadian sebenarnya.

    SKYNEWS| NURHARYANTO





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.