Saham Terguncang, Presiden Afrika Selatan Pecat Menteri Keuangan

Reporter

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. AP/Themba Hadebe

TEMPO.CO, Johannesburg - Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, memecat Menteri Keuangan Pravin Gordhan sehari setelah pasar saham terguncang dan nilai mata uang Rand Afrika Selatan anjlok.

"Gordan digantikan oleh Kepala Urusan Rumah Tangga Malusi Gigaba dalam perombakan kabinet Afrika Selatan," tulis Al Jazeera.

Sebuah pernyataan dikeluarkan oleh Kantor Kepresiden pada Jumat pagi waktu setempat, 31 Maret 2017, menyebutkan, selain mengganti Gordhan, Zuma juga mencopot posisi Sfiso Buthelezi sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk digantikan oleh Mcebisi Jonas.

Tak lama setelah pemecatan Gordhan, tekanan terhadap Zuma untuk mengundurkan diri merebak di negara yang pernah mempraktekkan politik Apartheid itu.

Publik marah atas pemecatan itu sebab Gordhan dianggap memiliki reputasi bagus karena berani melawan korupsi di Afrika Selatan.

Setelah pengumuman pemecatan Gordhan, di pasar valuta asing, nilai mata uang Rand Afrika Selatan dikabarkan turun hingga lima persen.

Banyak warga Afrika Selatan memandang Gordhan memiliki tanggung jawab atas kondisi ekonomi negeri itu di tengah tudingan korupsi yang menjalar ke pejabat negara, termasuk Presiden Zuma.

AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN







PBB: Swiss Miliki Masalah Rasisme Sistemik

3 hari lalu

PBB: Swiss Miliki Masalah Rasisme Sistemik

Laporan komite PBB dalam rapat Dewan HAM menunjukkan Swiss memiliki masalah rasisme sistemik yang serius terhadap orang-orang keturunan Afrika


Mendag Zulhas Perluas Pasar UKM ke Timur Tengah, Afrika hingga Eropa Timur

7 hari lalu

Mendag Zulhas Perluas Pasar UKM ke Timur Tengah, Afrika hingga Eropa Timur

Mendag Zulkifli Hasan menyiapkan 'jalan tol' agar produk usaha kecil dan menengah atau UKM dapat memasuki pasar internasional.


Media Tuai Kecaman karena Tulis Peran Positif Ratu Elizabeth II di Afrika

28 hari lalu

Media Tuai Kecaman karena Tulis Peran Positif Ratu Elizabeth II di Afrika

Netizen mengungkapkan kekesalan mereka atas tulisan positif media terkait Ratu Elizabeth II sebagai penjajah di sejumlah negara Afrika.


Bangunan Runtuh di Nigeria, 2 Tewas dan 4 Masih Terkurung

32 hari lalu

Bangunan Runtuh di Nigeria, 2 Tewas dan 4 Masih Terkurung

Dua orang tewas setelah sebuah gedung tujuh lantai yang sedang dibangun runtuh di ibukota Nigeria Lagos pada Minggu dini hari


Jepang Bantu Afrika Rp445 Triliun, PM Kishida Singgung Invasi Rusia ke Ukraina

40 hari lalu

Jepang Bantu Afrika Rp445 Triliun, PM Kishida Singgung Invasi Rusia ke Ukraina

Jepang menjanjikan bantuan $30 miliar atau Rp445 triliun untuk pembangunan di Afrika sebagai tekat ingin bekerja lebih erat dengan benua itu


Berbagai Fakta tentang Eswatini, Negara Kecil di Afrika

43 hari lalu

Berbagai Fakta tentang Eswatini, Negara Kecil di Afrika

Bentang alam Eswatini memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 132 spesies mamalia telah tercatat di negara ini


Di mana Negara Eswatini yang Rajanya Bertemu Jokowi

43 hari lalu

Di mana Negara Eswatini yang Rajanya Bertemu Jokowi

Eswatini negara yang sebelumnya dikenal sebagai Kerajaan Swaziland


Teroris Al-Shabab Serbu Hotel di Somalia, 8 Warga Sipil Tewas Ditembak

48 hari lalu

Teroris Al-Shabab Serbu Hotel di Somalia, 8 Warga Sipil Tewas Ditembak

Sebanyak delapan warga sipil tewas akibat serangan teroris ke sebuah hotel populer di Mogadishu, Somalia.


Wabah Baru Cacar Monyet, Dokter Ini Pernah Diminta Diam

7 Agustus 2022

Wabah Baru Cacar Monyet, Dokter Ini Pernah Diminta Diam

Pelacakan awal mula wabah cacar monyet yang terjadi saat ini sampai ke kasus di Nigeria pada 2017.


Mengenal Burkina Faso, Negara di Afrika yang Pernah Dipegang Pemimpin Kiri

5 Agustus 2022

Mengenal Burkina Faso, Negara di Afrika yang Pernah Dipegang Pemimpin Kiri

Burkina Faso, yang sebelumnya bernama Republik Ulta Volta, pernah dipimpin Thomas Sankara, yang dijuluki sebagai "Che Guevara dari Afrika".