Thailand Akan Berlakukan ISA Menjelang Aksi Protes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra berkumpul di Bangkok, untuk memperingati tiga tahun kudeta militer yang menjatuhkan Thaksin (19/9). Foto: AP/Sakchai Lalit

    Sejumlah pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra berkumpul di Bangkok, untuk memperingati tiga tahun kudeta militer yang menjatuhkan Thaksin (19/9). Foto: AP/Sakchai Lalit

    TEMPO Interaktif, Bangkok – kabinet pemerintahan Abhisit Vejjajiva hari ini, Selasa (9/3), melakukan pertemuan untuk mengesahkan permohonan penerapan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (Internal Security Act) untuk wilayah Bangkok menjelang protes yang akan dilakukan pendukung mantan perdana Menteri Thaksin Shinawatra, 14 Maret mendatang.

    Wakil Perdana Menteri Suthep Thaugsuban, yang ditunjuk menangani keamanan nasional, kemarin mengatakan penggunaan Internal Security Act (ISA) direkomendasikan oleh dirinya dan akan ditindaklanjuti oleh Komite Pengawasan Keamanan dalam pertemuan kabinet hari ini.

    Penggunaan ISA, yang bertujuan untuk mengendalikan keamanan dan keteraturan, diusulkan berlaku sejak Kamis hingga 23 Maret guna mengantisipasi meluasnya ketegangan, menyusul rencana protes yang dilakukan kelompok pendukung Thaksin, Front Persatuan untuk Demokrasi Melawan Kediktatoran .

    Selain di Bangkok, Komite kata seorang sumber di militer, juga mengusulkan agar ISA diterapkan di semua distrik di Nonthaburi dan di 22 distrik lainnya di Ayutthaya, Chachoengsao, nakhon Pathom, Pathum Thani, Samut Prakan dan Samut Sakhon.

    BANGKOK POST | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?