Satu Tentara dan 30 Militan Taliban Terbunuh di Pakistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Khar - Puluhan militan bersenjata menyerang sebuah pos pemeriksaan keamanan di perbatasan Pakistan sebelah barat laut. Hal itu memicu serangan balik pemberontak yang mengakibatkan 30 dari mereka serta seorang tentara tewas, Kamis (4/3).

    Semalam terjadi pertempuran di daerah Chamarkand yang melibatkan suku Mohmand di daerah dekat perbatasan Afghanistan, seperti dijelaskan pejabat pemerintah dan militer, yang meminta namanya tak disebutkan karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

    Sebelumnya, kaum militan menewaskan seorang tentara dan melukai empat tentara lainnya dalam sebuah serangan fajar terhadap sebuah pos pemeriksaan militer di wilayah suku Mohmand. Pasukan militer kemudian menyerang balik. "Dalam pertempuran itu, 25 hingga 30 teroris tewas," kata pejabat tersebut.

    Chamarkand berbatasan dengan wilayah kesukuan Bajur, di mana militer mengatakan akhirnya mengalahkan militan Taliban dan al-Qaida setelah lebih dari setahun bertempur.

    Peristiwa serupa terjadi ketika tentara melancarkan serangan besar-besaran tahun lalu di daerah suku Waziristan Selatan, kubu utama Taliban di Pakistan. Banyak dari para militan melarikan diri ke Waziristan Utara dan daerah-daerah lain di barat laut, memimpin gelombang serangan balasan yang menewaskan lebih dari 600 orang.

    Mayor Jenderal Tariq Khan, komandan paramiliter yang mengumumkan telah melancarkan operasi militer di Bajur mengatakan, serangan lain akan dilakukan di wilayah suku tempat para militan melarikan diri, termasuk Orakzai dan Kurram.

    Washington memuji Pakistan atas operasi-operasi militer baru-baru ini, tetapi ingin pemerintah berbuat lebih banyak lagi.
    Pakistan juga mengalami banyak serangan militan di wilayah barat laut yang menjadi tempat persembunyian pemberontak. Pimpinan Al Qaida dicurigai bersembunyi di sana.

    AP | HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.