Arab Saudi Haramkan Peringatan Hari Valentin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan berjilbab berjalan melintasi dekorasi Valentin yang dipajang sebuah toko di Damaskus, Syria, Rabu 10 Februari 2010.

    Perempuan berjilbab berjalan melintasi dekorasi Valentin yang dipajang sebuah toko di Damaskus, Syria, Rabu 10 Februari 2010.

    TEMPO Interaktif, Riyad - Kerajan Arab Saudi mengharamkan peringatan Hari Valentin yang jatuh pada 14 Februari. Sejumlah polisi syariah, Kamis, membubarkan toko-toko yang menjual pernak-pernik warna merah sebagai lambang hari kasih sayang. Demikian seorang pejabat Saudi menerangkan.

    Puluhan anggota polisi syariah memeriksa toko-toko yang menjual mawar merah dan produk-produk berbentuk jantung hati sebagai hadiah, selanjutnya memerintahkan ke pemilik toko agar seluruh barang-barang tersebut disingkirkan dari toko. Hal itu disampaikan salah seorang petugas polisi tanpa mau disebutkan namanya karena tak boleh berbicara kepada wartawan.

    Pernak-pernik warna merah atau jantung hati sebetulnya bagi Kerajaan tak masalah, namun karena dijual menjelang 14 Februari, maka barang-barang tersebut dilarang. Kerajaan melarang peringatan hari-hari besar dari Barat, termasuk Hari Valentin, diambil dari nama orang suci Kristiani yang menjadi martir melawan pasukan Romawi pada abad ke-3.

    Kini hampir seluruh toko-toko kelas atas di Ryad menarik pernak-pernik yang berhubungan dengan Hari Valentin dari rak. Dalam sebuah pernyataannya, salah seorang polisi syariah atau Muttawa kepada koran-koran di Saudi menyatakan seluruh pemilik toko agar tak melakukan pelanggaran. "Siapapun yang tidak mengindahkan aturan akan dihukum," demikian pernyataannya.



    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.