Perempuan Tertua di Planet, Berusia 125 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Ismael Francisco, Prensa Latina

    AP/Ismael Francisco, Prensa Latina

    TEMPO Interaktif,Havana - Sebuah keluarga di timur Kuba mengabarkan telah merayakan hari ulang tahun seorang buyut berusia 125 tahun bernama Juana Bautista de la Candelaria Rodriquez. Belum jelas benar apakah klaim itu bersumber dari perempuan tersebut.

    Kantor berita negara Prensa Latina melaporkan, pesta ulang tahun yang diselenggarakan pekan lalu itu berlangung di kota Bayamo, Provinsi Granma, dihadiri oleh keluarga besar Rodriguez, termasuk 15 anak-anaknya dan empat cucunya. Prensa Latina menyebutkan Rodriguez terkenal sebagai " Candulia" alias manusia tertua di planet ini, meskipun kabar tersebut belum bisa dikonfirmasi.

    Dalam sebuah wawancara melalui telepon dengan media Kuba, Rodriquez mengatakan bahwa dia saat ini bahagia dan berharap banyak agar tahun depan lebih baik. Media ini menambahkan, dokumen catatan sipil yang dikonfirmasi menunjukkan, ia lahir pada 2 Februari 1885 di desa Santa Rosa, tempat dia tinggal selama ini.

    Sementara itu Guinness Book of World Records belum pernah mendengar berita ini. "Kami belum pernah menerima kabar berkaitan dengan dia," ujar juru bicara Philip Robertson kepada The Associates Press, Selasa.

    Robertson mengatakan, Guiness menerima klaim dari sebuah Situs tentang adanya pemecahan rekor usia seseorang. Setelah kabar tersebut diverifikasi ternyata orangnya sudah meninggal. Lembaganya, jelasnya lagi, akan mengirimkan genealogis dan para ahli melacak sejarah keluarga untuk menguji sejumlah laporan yang masuk.

    Saat ini, Guinness sedang melakukan verifikasi tentang "prestasi" Gertrude Baines yang mampu bertahan hidup hingga berusia 115 tahun. Menurut catatan Guinness, Jeanne Louise Calment hidup selama 122 tahun 164 hari. Dia meninggal tahun 1997 di Arles, Perancis.

    AP | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.