Wasiat Fidel Castro: Namanya Tak Boleh Jadi Nama Jalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Kuba, Fidel Castro (kiri), dan legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona bermain bola selama wawancara di La Havana, Kuba, 26 Oktober 2005. REUTERS/Canal 13

    Presiden Kuba, Fidel Castro (kiri), dan legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona bermain bola selama wawancara di La Havana, Kuba, 26 Oktober 2005. REUTERS/Canal 13

    TEMPO.CO, Santiago de Cuba - Presiden Raul Castro mengumumkan bahwa nama Fidel Castro tidak boleh digunakan untuk nama jalan, maupun monumen. Tidak akan ada pula patung mantan presiden sekaligus tokoh revolusi Kuba yang wafat 25 November lalu tersebut.

    "Pemimpin revolusi menolak manifestasi apa pun dari kultus pribadinya dan konsisten hingga saat-saat terakhir hidupnya. Dia bersikeras bahwa setelah meninggal, namanya tidak boleh digunakan untuk institusi, nama jalan, taman atau tempat-tempat publik lainnya, patung atau bentuk apa pun untuk menghormatinya tidak akan didirikan," kata Raul dalam misa pemakaman sang kakak, Minggu, 4 Desember 2016.

    Setelah masa perkabungan nasional yang berlangsung selama sembilan hari berakhir, abu jenazah Fidel Castro, dimakamkan di Pemakaman Santa Ifigenia, Santiago de Cuba, 870 kilometer sebelah tenggara dari ibu kota Havana. Abu tersebut telah diarak selama empat hari melintasi kota-kota kecil, dengan penghormatan jutaan warga Kuba di sepanjang jalannya.

    Fidel yang menyerahkan kekuasaan kepada sang adik pada 2006, meninggal dalam usia 90 tahun. Upacara pemakamannya dilakukan secara sederhana tapi khidmat.

    NEWS24 | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.