Hillary Clinton: Ketidakstabilan Yaman Jadi Ancaman Kawasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • foto: OLIVER WEIKEN / POOL

    foto: OLIVER WEIKEN / POOL

    TEMPO Interaktif, Sanaa - Ketidaksatabilan di Yaman akan menjadi ancaman kawasan, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton di Washington.

    Pernyataan itu disampaikan menyusul penutupan kedutaan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis di Yaman pekan lalu akibat ancaman keamanan dari al-Qaida.

    "Pembukaan kantor kedutaan sangat tergantung pada kondisi," ujarnya.

    Selain menutup kantor kedutaan besarnya di Yaman, Amerika Serikat juga meminta 14 negara termasuk Yaman, Nigeria, dan Pakistan untuk melakukan pemeriksaan yang ketat bagi calon penumpang pesawat tujuan AS.

    Permintaan itu atas pertimbangan keamanan udara setelah ditangkapnya pemuda Nigeria yang akan meledakkan pesawat di bandara Detroit, 25 Desember tahun lalu.

    Menurut koresponden BBC, pemerintah Yaman saat ini getol memerangi kelompok garis keras di negerinya termasuk jaringan al-Qaida.

    Senin kemarin, pasukan keamanan Yaman bertempur melawan kelompok yang diduga terkait dengan al-Qaida. Akibat pertempuran itu, dua orang dinyatakan tewas.

    Sikap pemerintah Yaman ini mendapatkan dukungan dari AS karena bersedia bekerjasama dalam memerangi teroris dan jaringannya.

    "Saatnya komnuitas internasional memberikan dukungan kepada pemerintah Yaman atas usahanya memerangi kelompok garis keras. Hal itu demi menjaga stabilitas keamanan regional," ujar Hilton.

    Berbicara di Washington, Clinton melanjutkan, "Kami melihat implikasi global dari perang di Yaman dan upaya keras pemerintah memerangi al-Qaida karena negeri ini akan dijadikan basis teroris untuk mengacaukan keamanan regional."

    Al-Qaida Jazirah Arab (AQAP) pekan lalu menyatakan berada di balik pengeboman pesawat terbang, termasuk serangan terhadap kedutaan besar Amerika Serikat September 2008 yang menewaskan seorang warga negara AS.

    BBC | AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.