Kapal Feri Tenggelam, 25 Orang Masih Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila – Sekitar 63 awak dan penumpang diselamatkan dari kapal feri yang tenggelam di Filipina tengah. Ini merupakan kecelakaan kedua dalam waktu kurang dari seminggu dan setidaknya 25 orang masih hilang.

    Menurut Komandan Letnan Balilo Armand, tiga kapal yang lewat di wilayah itu menaikkan korban selamat. Pesawat penjaga pantai dan helikopter bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan di perairan Pulau Verde di Filipina tengah. "Kami berharap menemukan lebih banyak korban," kata Balilo. "Kami terus mencari sekitar dua lusin masih hilang."

    Kapal Roro atau Roll-on Roll-off membawa 88 orang dan sembilan truk kargo ketika berangkat dari Calapan di pusat Pulau Mindoro selama dua jam perjalanan ke pelabuhan Batangas di Luzon. Sekitar 30 menit kemudian, menurut Balilo, feri tenggelam hanya dalam beberapa menit, jaraknya sekitar 1,6 mil laut dari pulau Verde.

    "Ini terjadi sangat cepat, aku tidur di sebuah bangku tapi segera mendapati diriku menempel pada sebuah kapal tambang," Musngi Eric, penumpang yang selamat. "Ada puluhan orang di air menangis minta tolong dan memanggil-manggil nama-nama anggota keluarga dan sanak saudara mereka. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada ibu saya dan kakak perempuan saya."

    Pada hari Kamis, tiga orang tewas dan 24 orang masih hilang saat kapal feri kayu bertabrakan dengan kapal nelayan dekat mulut Teluk Manila. Cuaca cerah pada saat kecelakaan terjadi dan pejabat penjaga pantai mengatakan mereka akan menyelidiki penyebabnya.

    Feri adalah transportasi penting di Filipina, sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 7.100 pulau. Namun kecelakaan sering terjadi karena kepadatan penduduk, pemeliharaan angkutan laut yang buruk dan badai tropis.

    REUTERS| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.