Malam Natal Bus Terjun ke Jurang Tewaskan 40 Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lima – Bus yang penuh sesak dengan wisatawan pada malam Natal terjun ke jurang di dataran tinggi Andes, Peru selatan, Kamis (24/12). Sedikitnya 40 orang tewas dalam kejadian itu.

    Sebanyak 60 penumpang asing berada di atas bus yang dalam perjalanan antara Arequipa, Peru kota terbesar kedua, ke Santo Tomas, dekat Cusco. Bus terguling dari jalan dan jatuh 200 meter, menurut kapten polisi Juan Suarez.

    "Ada 40 orang tewas, saat ini dan saya tidak memiliki jumlah pasti yang terluka, mungkin ada sekitar 10," kata Suarez, seraya menambahkan bahwa kecelakaan terjadi hari Kamis sekitar 1.100 kilometer dari ibu kota Lima.

    Dari berita lokal, kecelakaan itu menewaskan 41 orang dan 21 terluka. Dikatakan pula, perusahaan yang memiliki bus mengoperasikan armadanya tanpa lisensi sejak 2008.

    Kata surat kabar El Commercio dalam situsnya mengatakan bahwa perusahaan transportasi Guapo Lindo lisensinya dicabut karena rute karena beroperasi secara ilegal. Suarez mengatakan bus meninggalkan Arequipa pada Rabu malam menuju ke Santo Tomas, saat kejadian naas itu.

    Di Peru, sektor transportasi umum kurang mendapat perhatian serius dan sering terjadi kecelakaan mematikan. Kecelakaan bus sring karena masalah mekanik dan kondisi jalan, terutama di pegunungan Andes, yang berada dalam kondisi miskin.

    Kecelakaan bus terparah sebelumnya pada 10 Januari 2009, sebuah bus penumpang tergelincir dari jalan di pegunungan di bagian utara Peru, yang menewaskan sedikitnya 33 orang tewas dan 17 lainnya terluka. Pada tahun 2008, setidaknya 875 orang tewas dan 5.307 cedera dalam kecelakaan di jalan raya. Korban itu turun sepuluh persen dari tahun 2007.


    AP| REUTERS| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.