Dua Tahanan Guantanamo Diterbangkan ke Perancis dan Hungaria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Brennan Linsley

    AP Photo/Brennan Linsley

    TEMPO Interaktif, Paris - Pemerintah Amerika Serikat membebaskan dua tahanan dari penjara Guantanamo, Kuba. Keduanya diterbangkan ke Perancis dan Hungaria. 

    Salah satunya adalah Saber Lahmar, warga Aljazair yang ditahan selama delapan tahun diterbangkan ke Perancis, Selasa kemarin, demikian penjelasan Menteri Luar Negeri Perncis.

    Selain itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga membebaskan tahanan Guantanamo asal Tepi Barat ke Hungaria, namun identitasnya tidak disebutkan.

    Pembebasan ini merupakan bagian dari janji Presiden Barack Obama yang akan menutup penjara Guantanamo yang dibangun oleh penguasa sebelumnya George W Bush untuk memenjarakan orang-orang yang dianggap terkait teroris.

    Lahmar merupakan salah satu dari lima tahanan asal Aljazair yang dikirimkan ke Perancis. Sebelum Lahmar, Amerika Serikat menerbangkan Lakhdar Bourmediene ke Perancis, Mei 2008. Disusul tiga tahanan lainnya dikembalikan ke Bosnia.

    Pembebasan ini berdasarkan keputusan kantor kehakiman Amerika Serikat 2008.


    Lahmar dan lima orang lainnya ditangkap di Bosnia, Oktober 2001. Selanjutnya dijebloskan ke penjara di Guantanamo, Januari 2002. Namun, setelah melalui serangkaian pemeriksaan, kelimanya dinyatakan bersih dari pengaruh kelompok teroris.

    Pembebasan para tahanan dari penjara Guantanamo yang dilakukan oleh Presiden Obama mendapatkan sokongan dari Perancis. Sekaligus jawaban terhadap kritik penggiat hak asasi manusia. Mereka memprotes kebijakan Amerika Serikat yang memenjarakan orang tanpa proses peradilan.

    "Kami mendukung kebijakan Presiden Obama untuk menutup penjara Guantanamo seperti yang pernah disampaikan dalam pertemuannya dengan Uni Eeropa," ujar seorang menteri Perancis.


    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.