Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Puluhan Negara Anggota PBB Tuntut Pembebasan Staf dari Tahanan Houthi Yaman

Reporter

image-gnews
Anggota militan Houthi membawa roket saat parade solidaritas Palestina di Sanaa, Yaman 29 Januari , 2024. Militan Houthi melakukan serangan ke kapal-kapal koalisi Israel di Laut Merah dan Teluk Aden sebagai dukungannya ke Palestina. REUTERS/Khaled Abdullah
Anggota militan Houthi membawa roket saat parade solidaritas Palestina di Sanaa, Yaman 29 Januari , 2024. Militan Houthi melakukan serangan ke kapal-kapal koalisi Israel di Laut Merah dan Teluk Aden sebagai dukungannya ke Palestina. REUTERS/Khaled Abdullah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Utusan Inggris untuk PBB pada Kamis mengatakan bahwa negaranya dan 39 negara anggota PBB lainnya menuntut pembebasan "segera dan tanpa syarat" staf PBB yang ditahan oleh kelompok Houthi Yaman.

"Kami mengutuk keras penahanan terbaru oleh Houthi sejak 7 Juni terhadap personel dan staf PBB yang bekerja untuk atau yang sebelumnya bekerja untuk organisasi nonpemerintahan internasional dan nasional, serta misi diplomatik," kata Barbara Woodward dalam konferensi pers, di mana dirinya membacakan pernyataan gabungan dari negara-negara tersebut.

Woodward mendesak Houthi untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel kemanusiaan dan personel PBB.

"Kami sangat prihatin dengan memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman dan menggarisbawahi pentingnya akses tanpa hambatan bagi para pekerja kemanusiaan kepada penduduk sipil," lanjutnya.

Dia mengemukakan bahwa kelompok negara-negara tersebut juga "sangat prihatin" dengan risiko dalam melakukan pengiriman bantuan kemanusiaan yang dinilai penting.

Dia menegaskan tuntutan mereka untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional berkenaan dengan akses yang "aman, cepat dan tanpa hambatan" bagi seluruh pekerja kemanusiaan guna memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada orang-orang paling rentan di Yaman.

Negara-negara tersebut menegaskan kembali "komitmen kuat" mereka terhadap persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Yaman, serta komitmen mereka untuk mendukung rakyat Yaman.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg pada Kamis mengatakan bahwa pekan lalu 13 personel PBB, selain lima anggota staf LSM internasional dan banyak lagi dari LSM nasional serta masyarakat sipil, ditahan secara sewenang-wenang oleh kelompok Houthi yang dikenal sebagai Ansar Allah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kami mendesak Ansar Allah untuk menghormati hak-hak warga Yaman berdasarkan hukum internasional dan pembebasan semua personel PBB dan LSM tersebut dengan segera dan tanpa syarat, serta untuk tidak melakukan penahanan warga sipil secara sewenang-wenang," kata Grundberg.

Yaman telah didera aksi kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.

Krisis tersebut meningkat pada 2015 ketika koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi meluncurkan serangan udara yang menghancurkan untuk mengalahkan Houthi.

Puluhan ribu warga Yaman, termasuk banyak warga sipil, diyakini telah tewas dalam konflik tersebut, sementara 14 juga orang berisiko mengalami kelaparan, menurut PBB.

Pilihan Editor: Houthi Tawarkan Pendidikan bagi Mahasiswa AS yang Diskors karena Demo Pro-Palestina

ANTARA

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Komandan Pesawat Tempur Kapal Induk Amerika: Serangan Houthi Seperti Perang Dunia II

6 jam lalu

Pesawat tempur F/A-18E Super Hornet, yang tergabung dalam Skuadron Tempur 83
Komandan Pesawat Tempur Kapal Induk Amerika: Serangan Houthi Seperti Perang Dunia II

Skuadron pesawat tempur armada USS Dwight D. Eisenhower telah melumpuhkan serangan drone dan rudal Houthi di Laut Merah.


Houthi Terus Serang Kapal Dagang, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat Tiba

14 jam lalu

Kapal induk Amerika Serikat USS Theodore Roosevelt beroperasi di Laut Merah dan sekitarnya. US Central Command photo.
Houthi Terus Serang Kapal Dagang, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat Tiba

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Theodore Roosevelt tiba di Laut Merah untuk menghadapi milisi Houthi di Yaman.


Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

1 hari lalu

Tentara Yaman dan milisi Houthi menyerang kapal yang berhubungan dengan Israel di Laut Hitam. Irna news
Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

Juru bicara Houthi mengatakan operasi kelompok itu akan terus berlanjut sampai serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza disetop


Iran Bantah Tudingan Amerika Serikat soal Pengiriman Rudal ke Houthi di Yaman

1 hari lalu

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, berbicara dalam sidang Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Timur Tengah di markas besar PBB di New York, AS, 14 April 2024. Dai menanggapi dugaan serangan Israel terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah pada 1 April yang menewaskan komandan Garda Revolusi Iran. REUTERS/Eduardo Munoz
Iran Bantah Tudingan Amerika Serikat soal Pengiriman Rudal ke Houthi di Yaman

Wakil Tetap Iran untuk PBB membantah tudingan Amerika Serikat bahwa Iran mengirim rudal kepada milisi Houthi di Yaman


Intelijen Amerika Serikat Beberkan Bukti Rudal Houthi Selundupan Iran

1 hari lalu

Komponen yang disita pasukan Amerika Serikat pada 11 Januari 2024 yang digunakan dalam sistem rudal balistik dan jelajah serta sistem pertahanan udara milik Houthi. US Centcom Photo
Intelijen Amerika Serikat Beberkan Bukti Rudal Houthi Selundupan Iran

Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) membandingkan pecahan rudal yang dipakai Houthi dengan rudal Iran.


60 Jasad Warga Palestina Ditemukan setelah Serangan Israel di Kota Gaza

1 hari lalu

Warga Palestina melintas di antara bangunan yang hancur setelah pasukan Israel mundur dari kawasan Shejaiya di tengah konflik Israel-Hamas, di bagian timur kota Gaza, 10 Juli 2024. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
60 Jasad Warga Palestina Ditemukan setelah Serangan Israel di Kota Gaza

Hamas mengatakan serangan Israel di Kota Gaza telah menyebabkan "lebih dari 300 unit perumahan dan lebih dari 100 bisnis hancur".


Pertama Kali, Kerajaan Inggris Buka Ruang Belakang Balkon Istana Buckingham yang Bersejarah

2 hari lalu

Raja Charles dan Ratu Camilla berfoto bersama keluarga saat menyaksikan atraksi pesawat Trooping the Colour dari balkon Istana Buckingham, Inggris, Sabtu, 17 Juni 2023 (Instagram/@theroyalfamily)
Pertama Kali, Kerajaan Inggris Buka Ruang Belakang Balkon Istana Buckingham yang Bersejarah

Balkon Istana Buckingham mulai digunakan sejak awal masa pemerintahan Ratu Victoria, dari tahun 1851


Muslim Bosnia Peringati Genosida Srebrenica

2 hari lalu

Orang-orang yang selamat dari pembantaian Srebrenica Bosnia tahun 1995 berdoa bagi keluarga mereka, di pemakaman memorial di Potocari pada bulan Juli 2016 [www.rte.ie]
Muslim Bosnia Peringati Genosida Srebrenica

Para pelayat mulai berkumpul di Srebrenica pada Kamis 11 Juli 2024 untuk mengenang pembantaian Muslim Bosnia pada 1995.


Maersk Akui Kapal Kargo Amerika Serikat Diserang Rudal Houthi di Teluk Aden

2 hari lalu

Lokasi serangan yang diduga dilakukan Houthi di selatan Al Mukha, Yaman yang dilaporkan Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) pada 10 Juli 2024. UKMTO Photo
Maersk Akui Kapal Kargo Amerika Serikat Diserang Rudal Houthi di Teluk Aden

Perusahaan kargo raksasa Amerika Serikat, Maersk, membenarkan bahwa kapalnya, Maersk Sentosa, telah diserang Houthi.


Bank-bank Thailand Akui Kurang Kapasitas untuk Menyelidiki Pembayaran Senjata Myanmar

2 hari lalu

Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di Myanmar Tom Andrews berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan dengan Komite Parlemen Thailand untuk Keamanan Nasional, Urusan Perbatasan, Strategi Nasional, dan Reformasi Nasional, mengenai temuan bahwa bank-bank Thailand telah memfasilitasi transaksi uang di Myanmar. kesepakatan senjata di Myanmar, di Bangkok, Thailand, 11 Juli 2024. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Bank-bank Thailand Akui Kurang Kapasitas untuk Menyelidiki Pembayaran Senjata Myanmar

Bank-bank besar Thailand membela diri pada Kamis 11 Juli 2024 terhadap kritik bahwa mereka memfasilitasi pembelian senjata oleh junta Myanmar.