Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sempat Mandek, Qatar Lanjutkan Upaya Mediasi Gencatan Senjata Hamas dan Israel

image-gnews
Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Bin Jassim Al Thani berbicara saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, di Doha, Qatar 25 Oktober 2023. REUTERS/Imad Creidi
Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Bin Jassim Al Thani berbicara saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, di Doha, Qatar 25 Oktober 2023. REUTERS/Imad Creidi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Qatar mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan upaya untuk “menjembatani kesenjangan” antara Israel dan kelompok militan Hamas dari Palestina untuk mencapai gencatan senjata dan membebaskan sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza.

Qatar, Amerika Serikat dan Mesir telah menengahi negosiasi gencatan senjata selama berbulan-bulan antara Israel dan Hamas, yang memulai pertempuran hebat pada 7 Oktober 2023 dan masih berlanjut hingga sekarang.

“Kami terus melanjutkan upaya kami tanpa gangguan selama beberapa hari terakhir,” kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani pada konferensi pers di Madrid, Spanyol bersama Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Jumat.

Upaya gencatan senjata sempat terhambat karena kedua belah pihak tidak menemukan jalan tengah. Hamas menuntut penarikan pasukan Israel sepenuhnya dari Gaza dan gencatan senjata permanen, sementara Israel bersikeras menumpas Hamas di Gaza dan menolak berhenti hingga dilakukan pembebasan sandera seluruhnya.

Sebelumnya, pernah terjadi jeda pertempuran antara keduanya selama tujuh hari pada November 2023, yang berujung pada pertukaran lebih dari 100 sandera dengan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

“Ada beberapa pertemuan dengan pimpinan Hamas untuk mencoba menjembatani kesenjangan antara kedua pihak dan mencapai kesepakatan yang akan mengarah pada gencatan senjata dan pembebasan sandera Israel,” tambah Al-Thani.

Pembicaraan tersebut didasarkan pada rencana perdamaian yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada 31 Mei lalu, yang mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah berpenduduk di Gaza dan gencatan senjata selama enam pekan, yang dapat diperpanjang jika perunding membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan.

“Upaya terus dilakukan, namun sejauh ini kami belum mencapai formula yang kami rasa paling tepat dan paling dekat dengan apa yang telah disampaikan,” kata PM Qatar. “Segera setelah ini selesai, kami akan berkomunikasi dengan pihak Israel untuk mencoba menjembatani kesenjangan tersebut dan mencapai kesepakatan secepat mungkin.”

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ismail Haniyeh, petinggi Hamas yang berbasis di Qatar, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa gerakan Islam Palestina terbuka terhadap dokumen atau inisiatif apa pun yang “menjamin landasan posisi perlawanan dalam negosiasi gencatan senjata”.

Haniyeh mengatakan prioritasnya saat ini adalah “menghentikan perang kriminal terhadap rakyat kami”.

Serangan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 37.551 orang dan melukai lebih dari 85.911 orang lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Lebih dari sebagian populasi Gaza telah menjadi pengungsi internal, dan mereka menghadapi bencana kelaparan di tengah sulitnya akses bantuan kemanusiaan.

Kampanye militer itu dilancarkan Israel setelah Hamas menewaskan 1.139 orang dan menyandera lebih dari 250 orang lainnya dalam penyerbuan mendadak di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menurut penghitungan Al Jazeera berdasarkan angka resmi Israel.
  
Israel telah menduduki wilayah Palestina, termasuk Gaza yang diperintah oleh Hamas dan Tepi Barat yang sebagian diperintah oleh PA, sejak 1967. Kedua wilayah tersebut sebelumnya berada di bawah kuasa Yordania.

Pilihan Editor: Israel Perpanjang Larangan Beroperasi Al Jazeera selama 45 Hari

ARAB NEWS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kementerian Luar Negeri Buka Suara soal Peluang Indonesia Jadi Mediator Israel-Palestina

24 menit lalu

Direktur Jenderal Asia Pasifik & Afrika Abdul Kadir Jailani (kanan) dan Direktur Jenderal Hukum & Perjanjian Internasional L. Amrih Jinangkung (kiri), dalam pengarahan pers di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2024. TEMPO/Nabiila Azzahra A.
Kementerian Luar Negeri Buka Suara soal Peluang Indonesia Jadi Mediator Israel-Palestina

Menurut Kementerian Luar Negeri, Indonesia harus realistis melihat perannya dalam konflik Israel-Palestina.


Ini Alasan Menteri Luar Negeri RI Belum Kunjungi Palestina

1 jam lalu

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara dengan Tempo di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022. TEMPO/Tony Hartawan
Ini Alasan Menteri Luar Negeri RI Belum Kunjungi Palestina

Kementerian Luar Negeri mengungkap alasan mengapa menteri luar negeri Indonesia hingga saat ini belum pernah mengunjungi Palestina.


Turki Sebut Israel Harus Dihukum agar Kekejaman di Gaza Tidak Ditiru

1 jam lalu

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyapa pendukungnya di Istanbul, Turki, 24 Juni 2018. Kemenangan di atas 50 persen membuat Erdogan tak perlu lagi bertarung di putaran kedua untuk mempertahankan kursi presiden sejak 2014. REUTERS/Alkis Konstantinidis
Turki Sebut Israel Harus Dihukum agar Kekejaman di Gaza Tidak Ditiru

Israel harus menerima hukuman atas tindakannya yang cukup berat di Gaza agar pihak lain tidak meniru


Ini Arti Pentingnya Fatwa Hukum ICJ tentang Pendudukan Israel di Palestina

2 jam lalu

Para delegasi menghadiri keputusan mengenai permintaan Afrika Selatan untuk memerintahkan penghentian serangan Israel di Rafah di Gaza sebagai bagian dari kasus yang lebih besar yang diajukan ke pengadilan yang bermarkas di Den Haag oleh Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida, di Mahkamah Internasional (ICJ), di Den Haag, Belanda 24 Mei 2024. REUTERS/Johanna Geron
Ini Arti Pentingnya Fatwa Hukum ICJ tentang Pendudukan Israel di Palestina

Kementerian Luar Negeri menila fatwa hukum ICJ tentang pendudukan Israel di Palestina bersejarah dan memenuhi harapan masyarakat internasional.


Netanyahu: Israel Tetap Sekutu AS Siapa Pun Presidennya

4 jam lalu

Presiden AS Joe Biden telah menunjukkan dukungan yang teguh terhadap keamanan Israel selama lebih dari setengah abad dalam kehidupan publik. Dalam foto ini, Biden menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat ia mengunjungi Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023. REUTERS/Evelyn Hockstein
Netanyahu: Israel Tetap Sekutu AS Siapa Pun Presidennya

Netanyahu menyatakan Israel dan AS tetap merupakan sekutu tak peduli siapa pun presiden yang terpilih nanti.


Benjamin Netanyahu Kunjungan Kerja ke Washington

4 jam lalu

Presiden AS Joe Biden telah menunjukkan dukungan yang teguh terhadap keamanan Israel selama lebih dari setengah abad dalam kehidupan publik. Dalam foto ini, Biden menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat ia mengunjungi Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023. REUTERS/Evelyn Hockstein
Benjamin Netanyahu Kunjungan Kerja ke Washington

Di tengah fokus Amerika Serikat ke pilpres AS 2024, Benjamin Netanyahu kunjungan kerja ke Washington.


Kemlu: Indonesia akan Ajak Masyarakat Internasional Tindaklanjuti Fatwa Hukum ICJ

6 jam lalu

Ahli hukum Inggris Malcom Shaw dan penasihat hukum Kementerian Luar Negeri Israel Tal Becker menyaksikan hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) mendengarkan permintaan tindakan darurat dari Afrika Selatan, yang meminta pengadilan memerintahkan Israel menghentikan aksi militernya di Gaza dan menghentikan tindakan genosida yang dilakukan terhadap warga Palestina selama perang dengan Hamas di Gaza, di Den Haag, Belanda, 11 Januari 2024. REUTERS/Thilo Schmuelgen
Kemlu: Indonesia akan Ajak Masyarakat Internasional Tindaklanjuti Fatwa Hukum ICJ

Indonesia bakal mengajak komunitas internasional menindaklanjuti fatwa hukum ICJ tentang Israel di Palestina.


Kaspersky Hentikan Penjualan Antivirus dan Mulai Mengurangi Operasi di AS

7 jam lalu

Logo Kaspersky di meja penerima tamu di kantor Kaspersky, Kaspersky merupakan salah satu pembuat anti virus paling terkenal di dunia. Moskow, 9 Desember 2014. GETTY.
Kaspersky Hentikan Penjualan Antivirus dan Mulai Mengurangi Operasi di AS

Mulai 30 September 2024, Kaspersky dilarang untuk menyediakan pembaruan tanda tangan antivirus dan pembaruan basis kode kepada konsumen dan bisnis AS.


Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

9 jam lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat konferensi pers dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis (tidak terlihat) di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, 13 Mei 2024. REUTERS/Umit Bektas
Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

Erdogan meradang usai disebut Israel mendanai Hamas dalam perang di Gaza.


Setelah Houthi, Kini Hizbullah Hujani Israel dengan Roket dan Drone

10 jam lalu

Roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lantara Hizbullah dan pasukan Israel, di sisi Israel 27 Juni 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Setelah Houthi, Kini Hizbullah Hujani Israel dengan Roket dan Drone

Hizbullah dan Israel kembali saling menyerang setelah gudang senjata di Lebanon ditembak.