Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gelombang Panas Tewaskan 33 Petugas TPS di Hari Terakhir Pemilu India

Reporter

image-gnews
Seorang pria pergi setelah memberikan suaranya di dalam tempat pemungutan suara pada pemilihan umum tahap kedua di desa Ezhupunna di negara bagian selatan Kerala, India, 26 April 2024. REUTERS/Sivaram V
Seorang pria pergi setelah memberikan suaranya di dalam tempat pemungutan suara pada pemilihan umum tahap kedua di desa Ezhupunna di negara bagian selatan Kerala, India, 26 April 2024. REUTERS/Sivaram V
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 33 petugas tempat pemungutan suara (TPS) meninggal akibat gelombang panas selama fase terakhir pemilihan umum (Pemilu) di satu negara bagian di India, kata pejabat negara pada Ahad.

Jumlah tersebut termasuk penjaga keamanan dan staf sanitasi.

Kepala Pejabat Pemilu Uttar Pradesh Navdeep Rinwa mengatakan pengawas pemilu akan memberikan bantuan uang tunai kepada keluarga korban yang meninggal, termasuk pekerja sanitasi.

Para ahli mengatakan bahwa ketika seseorang mengalami dehidrasi, paparan panas ekstrem akan mengentalkan darahnya dan menyebabkan organ-organ mati.

Pemilu berakhir pada Sabtu  di 57 daerah pemilihan di beberapa negara bagian, termasuk Uttar Pradesh utara, wilayah tempat kematian itu dilaporkan.

Meskipun ada laporan mengenai kematian berulang kali akibat gelombang panas yang hebat – dengan suhu di atas 45 derajat Celcius di banyak tempat – puluhan staf pemilu yang meninggal dalam satu hari merupakan jumlah korban yang sangat menyedihkan.

Perdana Menteri Narendra Modi meninjau situasi cuaca dan persiapan untuk musim hujan, menurut pernyataan resmi.

“Gelombang panas kemungkinan akan terus berlanjut di beberapa wilayah Rajasthan, Gujarat, dan Madhya Pradesh," bunyi pernyataan itu.

Beberapa kota di India dilanda gelombang panas, dengan suhu di atas 49 derajat Celsius, dan banyak negara bagian melaporkan kematian akibat gelombang panas tersebut.

Ibu Kota New Delhi mengalami suhu tertinggi sepanjang masa sebesar 52,9 derajat Celsius, tetapi beberapa pejabat urusan cuaca lantas mengatakan bahwa angka tersebut salah.

Pada Sabtu, Kota Jhansi di Uttar Pradesh mencatat suhu 46,9 derajat Celsius  --tertinggi di negara itu, menurut badan cuaca India.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara Mei dianggap sebagai bulan terpanas selama musim panas, departemen cuaca India menyatakan jumlah hari gelombang panas pada bulan itu kemungkinan "melebihi hari-hari normal sekitar 5-8 hari" di beberapa negara bagian India.

Di negara bagian timur, Odisha, beberapa pejabat memastikan bahwa sembilan orang meninggal akibat gelombang panas. Otoritas juga menantikan konfirmasi 81 kematian lainnya.

India tidak asing dengan suhu musim panas yang menyengat.
Namun penelitian ilmiah selama bertahun-tahun menemukan bahwa perubahan iklim menyebabkan gelombang panas menjadi lebih lama, lebih sering, dan lebih intens.

Partai penguasa mempertahankan kekuasaan di negara bagian timur laut

Menjelang hasil pemilu yang akan diumumkan pada Selasa 4 Juni 2024 besok, Partai Bharatiya Janata yang berkuasa di India mempertahankan kekuasaannya di pemilihan majelis legislatif, yang hasil prediksinya diumumkan televisi pada Ahad.

Menurut Komisi Pemilihan Umum India, dari total 60 kursi partai tersebut memenangkan 46 kursi di Negara Bagian Arunachal Pradesh.

Sementara itu di Negara Bagian Sikkim yang berdekatan, Krantikari Morcha --partai regional yang berkuasa di Sikkim--bersiap kembali berkuasa setelah memenangkan 31 dari 32 kursi di pemilihan majelis legislatif.

Pilihan Editor: Gelombang Panas di India Tewaskan Sedikitnya 33 Orang, Termasuk 19 Petugas Pemilu

CHANNEL NEWSASIA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BMKG Catat Suhu Pagi di Bandung Semakin Dingin, Hari Ini Tembus 16,6 Derajat Celcius

14 jam lalu

Ilustrasi kedinginan. Shutterstock
BMKG Catat Suhu Pagi di Bandung Semakin Dingin, Hari Ini Tembus 16,6 Derajat Celcius

Sejak awal bulan ini BMKG mencatat suhu minimum di Bandung berkisar 20-21 derajat Celcius.


10 Negara Terbesar di Asia Berdasarkan Luas Wilayahnya

2 hari lalu

Setiap wilayah di benua Asia terdiri dari beberapa negara dengan keunikan masing-masing. Berikut daftar negara di benua Asia dan ibu kotanya. Foto: Canva
10 Negara Terbesar di Asia Berdasarkan Luas Wilayahnya

Dari banyaknya negara di benua Asia, terdapat 10 negara terbesar di Asia berdasarkan luas wilayahnya. Indonesia menjadi salah satunya.


Honor Nyanyi Justin Bieber di Pernikahan Anak Miliarder Mukesh Ambani Dikomentari Netizen

2 hari lalu

Dalam laman Instagram-nya, Justin Bieber pun memamerkan beberapa foto saat seluruh tato di tubuhnya menghilang. Youtube
Honor Nyanyi Justin Bieber di Pernikahan Anak Miliarder Mukesh Ambani Dikomentari Netizen

Justin Bieber memancing kontroversi di India karena meminta bayaran pada Mukesh Ambani sebesar Rp160 miliar untuk tampil di pernikahan Anant


Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

3 hari lalu

Seorang wanita mendinginkan diri di bawah mesin pendingin kabut di tengah gelombang panas di Tokyo, Jepang, 9 Juli 2024. Beberapa hari terakhir ini pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan serangan panas di sebagian besar wilayah negara itu, dengan mengimbau penduduk untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan menggunakan AC. REUTERS/Issei Kato
Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

Jepang sedang mengalami gelombang panas ekstrem yang mencapai lebih dari 40 derajat Celcius. Apa penyebabnya dan seberapa bahayanya?


Perdana Menteri India untuk Pertama Kali Sejak 40 Tahun Kunjungan Kerja ke Austria

4 hari lalu

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato saat menghadiri kampanye pemilu di Bengaluru, Karnataka, India, 20 April 2024. REUTERS/Navesh Chitrakar
Perdana Menteri India untuk Pertama Kali Sejak 40 Tahun Kunjungan Kerja ke Austria

India dan Austria akan mencari sejumlah cara memperdalam hubungan kerja sama India dan Austria serta dalam menghadapi sejumlah tantangan geopolitik.


Tegur Putin, Modi: Hati Saya Berdarah atas Kematian Anak-anak dalam Perang

4 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan di kediaman negara Novo-Ogaryovo dekat Moskow, Rusia 8 Juli 2024. Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS
Tegur Putin, Modi: Hati Saya Berdarah atas Kematian Anak-anak dalam Perang

PM India Narendra Modi mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kematian anak-anak yang tidak bersalah adalah hal yang menyakitkan


Sayap Kiri Menang Pemilu, Begini Dampaknya Terhadap Kebijakan Luar Negeri Prancis

5 hari lalu

Seorang wanita berjalan melewati papan pemilu dengan poster kampanye partai sayap kanan Rassemblement National (Reli Nasional - RN) Perancis dengan wajah pemimpin RN Marine Le Pen dan Presiden RN Jordan Bardella pada malam putaran pertama awal parlemen Perancis pemilu, di Henin-Beaumont, Prancis, 29 Juni 2024. REUTERS/Yves Herman
Sayap Kiri Menang Pemilu, Begini Dampaknya Terhadap Kebijakan Luar Negeri Prancis

Pemilu Parlemen Prancis dimenangkan oleh koalisi partai sayap kiri. Akankah berpengaruh terhadap kebijakan luar negeri dan Israel?


Amerika Serikat Khawatir dengan Kedekatan India dan Rusia

5 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan di kediaman negara Novo-Ogaryovo dekat Moskow, Rusia 8 Juli 2024. Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS
Amerika Serikat Khawatir dengan Kedekatan India dan Rusia

Deplu Amerika Serikat mengatakan telah menyampaikan kekhawatiran secara langsung kepada India mengenai kedekatannya dengan Rusia.


Putin Sambut Narendra Modi di Kediamannya, Berbincang Sambil Minum Teh

5 hari lalu

Presiden Pussia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi berjalan selama pertemuan mereka di kediaman negara Novo-Ogaryovo dekat Moskow, Rusia 8 Juli 2024. Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS
Putin Sambut Narendra Modi di Kediamannya, Berbincang Sambil Minum Teh

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengadakan pertemuan informal di Rusia menjelang pembicaraan resmi.


Warga Prancis Turun ke Jalan, Rayakan Prediksi Kemenangan Sayap Kiri

6 hari lalu

Seorang wanita berjalan melewati papan pemilu dengan poster kampanye partai sayap kanan Rassemblement National (Reli Nasional - RN) Perancis dengan wajah pemimpin RN Marine Le Pen dan Presiden RN Jordan Bardella pada malam putaran pertama awal parlemen Perancis pemilu, di Henin-Beaumont, Prancis, 29 Juni 2024. REUTERS/Yves Herman
Warga Prancis Turun ke Jalan, Rayakan Prediksi Kemenangan Sayap Kiri

Koalisi sayap kiri Front Populer Baru diproyeksikan menang dalam pemilu legislatif, unggul dari Barisan Nasional (RN) dan koalisi Ensemble. Masyarakat Prancis merayakan kemenangannya.