Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Iran Tak Terima Didepak dari Komisi Perempuan PBB

image-gnews
Suporter Iran membentangkan bendera bertuliskan 'Kebebasan hidup wanita' di dalam stadion saat pertandingan  Piala Dunia Qatar 2022 Grup B, Inggris vs Iran di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022. Suporter Iran menggunakan momen Piala Dunia untuk menyuarakan pesan menolak kekerasan terhadap perempuan di Iran, pasca tewasnya Mahsa Amini dan demonstran lainnya. REUTERS/Paul Childs
Suporter Iran membentangkan bendera bertuliskan 'Kebebasan hidup wanita' di dalam stadion saat pertandingan Piala Dunia Qatar 2022 Grup B, Inggris vs Iran di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022. Suporter Iran menggunakan momen Piala Dunia untuk menyuarakan pesan menolak kekerasan terhadap perempuan di Iran, pasca tewasnya Mahsa Amini dan demonstran lainnya. REUTERS/Paul Childs
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Iran dikeluarkan dari Komisi Status Perempuan PBB (CSW) pada Rabu, 14 Desember 2022. Kebijakan itu dilakukan karena Iran telah melakukan hal yang bertentangan dengan hak-hak perempuan dan anak perempuan. Perwakilan Iran tidak menerima keputusan yang awalnya disarankan oleh Amerika Serikat itu.

Baca: Ikut Demo Mahsa Amini, Pemain Bola Iran Divonis Mati

Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) yang beranggotakan 54 orang mengadopsi resolusi rancangan Amerika Serikat untuk "menghapus dengan segera Republik Islam Iran dari Komisi Status Perempuan (CSW) untuk sisa masa jabatan 2022-2026." Utusan Washington merancang resolusi itu sebagai tanggapan atas tindakan keras Teheran terhadap protes atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita muda dalam tahanan. Ada 29 suara mendukung, delapan menentang - termasuk Rusia dan China - dan ada 16 abstain.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan menghapus Iran adalah langkah tepat. Adapun komisi beranggotakan 45 orang itu bertemu setiap tahun setiap bulan Maret dan bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

"Ini sangat penting bagi perempuan Iran," kata Thomas-Greenfield kepada Reuters setelah pemungutan suara. "Mereka mendapat pesan kuat dari PBB bahwa kami akan mendukung mereka dan kami akan mengutuk Iran dan kami tidak akan membiarkan mereka duduk di Komisi Status Perempuan dan terus menyerang perempuan di negara mereka sendiri," katanya.

Thomas-Greenfield mengatakan pemungutan suara belum pernah terjadi sebelumnya dan "kami tidak akan menarik garis, kami akan terus menekan hak asasi manusia di mana pun mereka dilanggar. Ini adalah nilai inti bagi kami."  

"Ini adalah kemenangan bagi kaum revolusioner Iran yang telah menghadapi senjata & peluru saat mereka melawan negara apartheid gender ini," tulis jurnalis Iran dan aktivis hak-hak perempuan yang berbasis di Amerika Serikat Masih Alinejad di Twitter.

Penguasa ulama Iran telah menghadapi protes terbesar dalam beberapa tahun sejak September ketika Amini, wanita Iran Kurdi berusia 22 tahun meninggal dalam tahanan polisi moralitas yang memberlakukan aturan berpakaian yang ketat. Iran membantah bertanggung jawab atas kematian Amini.

Iran Menolak Kebijakan Tersebut

Berbicara sebelum pemungutan suara, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyebut langkah Amerika Serikat itu ilegal. Dia menggambarkan Washington sebagai pengganggu. "Tindakan ilegal ini juga dapat menciptakan preseden berbahaya dengan konsekuensi yang luas," kata Iravani.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kedutaan Besar Iran melalui pernyataan tertulis menyatakan mencabut anggota keanggotan CSW adalah bidah politik yang mendiskreditkan organisasi internasional ini. Langkah AS juga dianggap menciptakan prosedur sepihak untuk penyalahgunaan lembaga internasional di masa depan. 

"Hal ini menunjukkan bahwa negara-negara yang memaksakan unilateralisme di pentas internasional, takut dan khawatir terhadap kehadiran negara-negara merdeka yang memiliki pemikiran, pandangan dan kemampuan mengonsep dalam dokumen-dokumen organisasi internasional," kata perwakilan Iran di Jakarta melalui keterangan pers yang diterima Jumat, 16 Desember 2022.

Iran, 17 negara lain, termasuk Palestina, dalam sebuah surat kepada ECOSOC pada Senin, 12 Desember 2022, mendesak anggota untuk memilih tidak ikut seenaknya mendepak keanggotaan negara yang masuk di badan internasional mana pun.

Sementara, Direktur International Crisis Group PBB Richard Gowan mengatakan beberapa negara yang mendukung pencopotan Iran juga secara pribadi khawatir tentang menciptakan preseden untuk pengucilan.

"Bahkan banyak negara yang muak dengan perilaku Iran akan memilih sesuatu yang lebih ringan, seperti menangguhkan sementara Iran dari CSW," kata Gowan. "Tetapi AS secara efektif memaksa anggota lain untuk mengantre dengan mengumumkan inisiatif tersebut dengan sedikit peringatan."

Thomas-Greenfield mengatakan ada konsultasi tentang pendepakan Iran tersebut. Dia menekankan bahwa semua pihak dapat mempertimbangkan untuk menyusun resolusi, dan Amerika Serikat bersedia untuk ikut bernegosiasi.

Simak: Warga Belgia Divonis Hukuman 28 Tahun Penjara oleh Iran

REUTERS | DANIEL A. FAJRI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Biden Hadiri KTT G7, Rencana Bahas Ukraina hingga Perdagangan dengan Cina

5 jam lalu

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berjabat tangan selama acara dengan para pemimpin G7 untuk mengumumkan Deklarasi Bersama Dukungan untuk Ukraina, saat KTT NATO diadakan di Vilnius, Lituania 12 Juli 2023. REUTERS/Kacper Pempel
Biden Hadiri KTT G7, Rencana Bahas Ukraina hingga Perdagangan dengan Cina

Presiden AS Joe Biden akan membahas berbagai tantangan global bersama negara-negara sekutunya di KTT G7 pada 13 - 15 Juni 2024 di Italia.


Polisi Cina Tangkap Penikam Empat Warga Amerika Serikat

17 jam lalu

Ilustrasi begal / penyerangan dengan senjata tajam pisau / klitih / perampokan. Shutterstock
Polisi Cina Tangkap Penikam Empat Warga Amerika Serikat

Kepolisian di Provinsi Jilin, Cina telah menangkap seseorang yang diduga menikam empat orang Amerika Serikat dan satu warga negara Cina dengan pisau


Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

17 jam lalu

Sidra, warga Palestina yang berusia 7 tahun yang menjadi korban rudal Israel. FOTO/X Husam Zomlot
Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

PBB mencatat pasukan Israel, Hamas, Rusia dan pihak-pihak berkonflik di Sudan ke dalam daftar hitam atas kekerasan terhadap anak.


Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Berbohong Soal Kecanduan Narkoba Saat Beli Senjata Api

20 jam lalu

Putra Joe Biden, Hunter Biden. REUTERS
Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Berbohong Soal Kecanduan Narkoba Saat Beli Senjata Api

Putra Presiden Joe Biden, Hunter Biden, divonis bersalah oleh juri karena berbohong tentang penggunaan obat-obatan terlarang saat membeli senjata api


Amerika Serikat akan Beri Bantuan Kemanusiaan Tambahan untuk Warga Gaza

22 jam lalu

Anggota militer Amerika Serikat bersiap menjatuhkan bantuan kemanusiaan di Gaza, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Kota Gaza, 2 Maret 2024. U.S. Air Force/Handout via REUTERS
Amerika Serikat akan Beri Bantuan Kemanusiaan Tambahan untuk Warga Gaza

Amerika Serikat akan memberikan tambahan bantuan kemanusiaan $404 juta untuk menyelamatkan nyawa warga sipil di Gaza, Tepi Barat, dan sekitarnya


Kuasa Usaha Kedubes AS Sempat Singgung Kondisi Gaza di Tengah Perayaan Hari Kemerdekaan

1 hari lalu

Charg d'affaires atau kuasa usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia Michael F. Kleine di acara perayaan 248 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2024. TEMPO/Nabiila Azzahra A.
Kuasa Usaha Kedubes AS Sempat Singgung Kondisi Gaza di Tengah Perayaan Hari Kemerdekaan

Kuasa usaha Kedubes AS di Indonesia sekilas membahas situasi di Jalur Gaza pada perayaan hari kemerdekaan AS di Jakarta.


Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Rayakan Hari Kemerdekaan

1 hari lalu

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Urusan Komunitas dan Korporasi Nararya Soeprapto, Charg d'Affaires Misi Amerika Serikat untuk ASEAN Kate Rebholz, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Charg d'Affaires Misi Amerika Serikat untuk Indonesia Michael F. Kleine di acara perayaan 248 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2024. TEMPO/Nabiila Azzahra A.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Rayakan Hari Kemerdekaan

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menggelar acara Hari Kemerdekaan AS ke-248. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tampak hadir


Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

1 hari lalu

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Kabupaten Songchon, Korea Utara, 28 Februari 2024. KCNA via REUTERS
Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

Beberapa negara ini memiliki kebijakan visa yang sulit. Akibatnya negara tersebut sulit untuk dikunjungi wisatan atau pelancong.


Israel Menuju Daftar Hitam PBB, Apa Konsekuensinya?

1 hari lalu

Pasukan IDF terlihat beroperasi di Jabaliya, Gaza utara, 14 Mei 2024 (Emanuel Fabian/Times of Israel)
Israel Menuju Daftar Hitam PBB, Apa Konsekuensinya?

PBB akan menambahkan Israel ke dalam daftar hitam negara-negara yang telah melakukan pelanggaran terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata.


Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

1 hari lalu

Para pelayat mengibarkan bendera Iran saat menghadiri pemakaman para korban kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan lainnya, di Teheran, Iran, 22 Mei 2024. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

Iran mengesampingkan kemungkinan menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu mendatang.