Perang 6 Hari Israel versus Arab 55 Tahun Lalu, Ini Fase-fasenya

Reporter

Tempo.co

Editor

Dwi Arjanto

Selasa, 17 Mei 2022 16:44 WIB

Peta Rencana Allon tahun 1968 untuk Tepi Barat.[Times of Israel]

TEMPO.CO, Tel Aviv -Pernyebab perang enam hari Israel melawan tiga negara Arab, yakni Mesir, Suriah, dan Yordania bermula dari Mesir menutup kawasan Selat Tiran tahun 1950.

Selat Tiran perannya sangat vital bagi Israel. Kapal-kapal Israel harus melewati Selat Tiran jika tidak ingin memutari Afrika Selatan untuk mencapai benua Afrika dan Timur Jauh (Asia Tenggara).

Pada 1956, Israel menyerang Semenanjung Sinai dalam upaya membuka Selat Tiran. Israel berhasil memaksa Mesir membuka Selat Tiran dan menjamin keamanan kapal-kapal mereka untuk bisa melewati perairan tersebut.

Sebagai penengah konflik, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menempatkan pasukan darurat di sepanjang tapal batas antara Israel dan Mesir untuk mencegah terjadinya perang antara kedua negara tersebut.

Dikutip dari History, Israel juga terlibat ketegangan dengan Suriah. Hal itu disebabkan karena Suriah melindungi pasukan gerilya Palestina yang menyerang perbatasan Israel pada pertengahan 1960-an.

Sebagai balasan, Israel menyerang balik yang berpuncak pada April 1967. Terjadi perang udara dan serangan meriam antara Israel kontra Suriah. Pertempuran kecil ini dimenangkan oleh Israel dan berakhir dengan kehancuran 6 jet Suriah.

Konflik Israel dengan negara-negara Arab semakin panas. Terlebih kala itu masih dalam situasi Perang Dingin antara Uni Soviet melawan Amerika Serikat (AS).

Uni Soviet mendukung Mesir, sementara AS ada di belakang Israel.

Pada pertengahan 1967, Mesir menerima informasi dari intelijen Uni Soviet bahwa tentara Israel sudah menuju perbatasan utara Suriah untuk menyiapkan serangan. Rupanya, itu informasi palsu namun Mesir sudah terpantik.

Sebagai bentuk dukungan pada Suriah, Presiden Mesir kala itu, Gamal Abdel Nasser, mengerahkan pasukan menuju Semenanjung Sinai. Setelah tiba di wilayah tersebut, barulah Mesir menyadari bahwa informasi dari intelijen Uni Soviet tersebut keliru.

Kendati demikian, Mesir tetap mempertahankan pasukannya di Semenanjung Sinai dan mengusir pasukan darurat PBB yang menjaga perbatasan antara Mesir dan Israel.

Fase Perang Berpetak, Apa Itu?

Bagi pemerintah Israel, tindakan Mesir mengusir pasukan PBB itu adalah aksi casus belli, yaitu upaya untuk memprovokasi perang.

Terlebih, Mesir melarang (lagi) lalu-lintas kapal Israel melewati Selat Tiran. Di saat itu juga, Gamal Abdel Nasser menghubungi Raja Yordania untuk meminta bantuan pertahanan.

Perang berpetak, Israi melawan tiga negara sebagai berikut:

  • Perang Pertama: Israel vs Mesir.

Ketika situasi di kawasan Semenanjung Sinai kian genting, Presiden AS, Lyndon B. Johnson, meminta dukungan internasional untuk mendesak Mesir agar membuka kembali Selat Tiran yang merupakan jalur penting industri laut bagi Israel.

Selanjutnya: Belum sempat keputusan diambil, Israel sudah invasi Semenanjung Sinai...






Israel Lolos ke Piala Dunia U-20 yang Akan Digelar di Indonesia, Begini Sikap PSSI

2 hari lalu

Israel Lolos ke Piala Dunia U-20 yang Akan Digelar di Indonesia, Begini Sikap PSSI

Israel dipastikan lolos dan akan berlaga di putaran final Piala Dunia U-20 yang akan berlangsung di Indonesia pada 2023.


PBB Sebut Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ditembak Mati Tentara Israel

4 hari lalu

PBB Sebut Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ditembak Mati Tentara Israel

PBB menyatakan kematian jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh pada Mei lalu akibat tembakan tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF)


Hari Ini di 1973 Pemimpin Uni Soviet Brezhnev ke AS, Ini Rekam Jejak Leonid Brezhnev

5 hari lalu

Hari Ini di 1973 Pemimpin Uni Soviet Brezhnev ke AS, Ini Rekam Jejak Leonid Brezhnev

Pada awalnya berkuasanya Brezhnev, Uni Soviet menikmati ekonomi yang besar karena ekspor bahan baku seperti gas dan minyak melimpah.


Upaya Pembunuhan Warga Israel oleh Iran Gagal, Yair Lapid Puji Turki

5 hari lalu

Upaya Pembunuhan Warga Israel oleh Iran Gagal, Yair Lapid Puji Turki

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid berterima kasih kepada Turki karena membantu menggagalkan rencana Iran membunuh warga Israel di Istanbul.


Parlemen Israel Bubar, Benjamin Netanyahu Bakal Berkuasa Lagi?

8 hari lalu

Parlemen Israel Bubar, Benjamin Netanyahu Bakal Berkuasa Lagi?

Parlemen Israel dibubarkan. Partai yang dipimpin mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diprediksi akan menang lagi di pemilihan mendatang.


2 Undang-Undang Baru Ukraina Larang Musik dan Buku Rusia

9 hari lalu

2 Undang-Undang Baru Ukraina Larang Musik dan Buku Rusia

Parlemen Ukraina mengesahkan dua undang-undang pembatasan ketat pada buku dan musik Rusia, tapi masih menunggu persetujuan Presiden Zelensky.


Israel Luncurkan Serangan Udara ke Hamas Dipicu Tembakan Roket Palestina

11 hari lalu

Israel Luncurkan Serangan Udara ke Hamas Dipicu Tembakan Roket Palestina

Palestina dituding oleh Israel meluncurkan roket ke wilayahnya, memicu serangan udara ke Hamas.


Ukraina dan Moldova Resmi Jadi Kandidat Anggota Uni Eropa

11 hari lalu

Ukraina dan Moldova Resmi Jadi Kandidat Anggota Uni Eropa

Ukraina dan Moldova diumumkan menjadi kandidat anggota Uni Eropa. Untuk sampai diterima menjadi anggota resmi dibutuhkan waktu bertahun-tahun.


Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina di Jenin

12 hari lalu

Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina di Jenin

Tentara Israel menembak mati tiga pria Palestina dalam baku tembak di daerah pendudukan Tepi Barat


Polisi Penyerang Pengusung Peti Jenazah Jurnalis Al Jazeera Lolos Jerat Hukum

13 hari lalu

Polisi Penyerang Pengusung Peti Jenazah Jurnalis Al Jazeera Lolos Jerat Hukum

Polisi Israel menemukan pelanggaran oleh polisi saat pemakaman jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, tetapi tidak menjatuhkan hukuman