Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Retno Marsudi Soroti 2 Hal ini di KTT Menteri Luar Negeri ASEAN

Reporter

image-gnews
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Dok. Kemlu)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Dok. Kemlu)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri luar Negeri Retno Marsudi menyoroti dua hal saat KTT para Menteri Luar Negeri ASEAN membahas agenda 'tindak lanjut KTT 38-39'. Dua hal itu adalah mekanisme arsitektur kesehatan regional dan percepatan pemulihan ekonomi kawasan. 

KTT para Menteri Luar Negeri ASEAN atau Foreign Ministy's Retreat digelar di Ibu Kota Pnom Penh , Kamboja, Kamis 17 Februari 2022.

 
Menurut Retno, penerapan mekanisme arsitektur kesehatan regional di tingkat ASEAN sangat krusial. Sebab sistem ini juga bisa bekerja sebagai antisipasi jika pandemi terjadi lagi di masa mendatang.
 
"Salah satu yang penting adalah pembentukan buffer inventory untuk alat kesehatan dan mekanisme distribusniya serta sistem peringatan dini kawasan," kata Retno saat jumpa pers virtual Kementerian Luar Negeri RI, Kamis 17 Februari 2022.
 
Retno mengatakan penguatan arsitektur kesehatan kawasan ini, bakal menjadi building block bagi penguatan arsitektur kesehatan global. 
 
 
Terkait percepatan pemulihan ekonomi kawasan, Retno menyoroti pada lambatnya implementasi ASEAN Travel Corridor Arrangement (ATCAF).
 
"Indonesia mendorong percepatan implementasi ATCAF tersebut, baik melalui kesepakatan bilateral maupun pembukaan menyeluruh perbatasan dengan protokol kesehatan yang ketat. Dan dalam pembicaraan mengenai ATCAF tadi, semua Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat mengenai pentingnya implementasi ATCAF ini," tutur Retno.
 
KTT para Menteri Luar Negeri ASEAN bukan hanya membahas 'tindak lanjut KTT 38 dan 39', namun juga agenda lain seperti relasi eksternal, prioritas keketuaan Kamboja sebagai tuan rumah, dan isu kawasan serta internasional. 
 
 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Begini Cara Mengecek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan

1 hari lalu

Petugas melayani peserta BPJS Kesehatan di kantor cabang Proklamasi, Jakarta.
Begini Cara Mengecek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan untuk menjamin peserta mendapatkan manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.


Malaysia Sepakat Atasi Sengketa Laut Cina Selatan lewat Dialog

1 hari lalu

Perdana Menteri Cina Li Qiang berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat pertemuan mereka di Putrajaya, Malaysia, 19 Juni 2024. Syazrul Azis/Department of Information Malaysia/Handout via REUTERS
Malaysia Sepakat Atasi Sengketa Laut Cina Selatan lewat Dialog

Malaysia sepakat untuk mengatasi masalah Laut Cina Selatan bersama-sama dengan negara-negara ASEAN lain melalui jalur dialog.


Thailand Incar Keanggotaan BRICS dan OECD

1 hari lalu

Pasar Terapung di Bangkok, Thailand (Pixabay)
Thailand Incar Keanggotaan BRICS dan OECD

Thailand mengincar keanggotaan di BRICS pada pertemuan puncak selanjutnya dan sedang menyusun peta jalan aksesi OECD.


Indonesia Segera Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan dengan Lima Negara, Ini Perjanjiannya

3 hari lalu

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi terlihat sedang berada di Rapat Luar Biasa Dewan Menteri Luar Negeri D-8 di Istanbul, Turki, pada Sabtu, 8 Juni 2024. (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri/pertama)
Indonesia Segera Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan dengan Lima Negara, Ini Perjanjiannya

Menurut Retno, sejumlah RUU diperlukan untuk meratifikasi kerja sama pertahanan dengan lima negara, yaitu India, Prancis, Uni Emirat Arab, Kamboja, dan Brasil.


Inilah Ciri-ciri Daging Tidak Layak Dikonsumsi

3 hari lalu

Ilustrasi daging sapi. Foto: Unsplash/PK
Inilah Ciri-ciri Daging Tidak Layak Dikonsumsi

Berikut cara mengetahui apakah daging masih layak dikonsumsi atau tidak.


Komisioner HAM PBB: Rohingya Tak Punya Tempat untuk Melarikan Diri

3 hari lalu

Pengungsi Rohingya berdoa saat menggelar peringatan 2 tahun kepindahan mereka ke Bangladesh, di kamp pengungsian Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh, Ahad, 25 Agustus 2019. Meski pemerintah Myanmar ingin memulangkan mereka, namun 3.000 pengungsi Rohingya Etni menolak pemulangan karena kondisi negara bagian Rakhine yang masih bergejolak. REUTERS/Rafiqur Rahman
Komisioner HAM PBB: Rohingya Tak Punya Tempat untuk Melarikan Diri

Komisioner tinggi HAM PBB menyatakan keprihatinan terhadap situasi yang dihadapi etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.


PM Anwar Ibrahim: Malaysia akan Mulai Proses Bergabung dengan BRICS

3 hari lalu

Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim melambaikan tangan sebelum naik mobil setelah keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Anwar sebenarnya harus menjalani hukuman penjara selama 5 tahun karena dianggap terbukti melakukan sodomi. REUTERS/Lai Seng Sin
PM Anwar Ibrahim: Malaysia akan Mulai Proses Bergabung dengan BRICS

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia telah memutuskan untuk bergabung dengan BRICS. KTT BRICS 2024 dijadwalkan pada Oktober 2024 di Rusia


7 Tips Menghilangkan Lemak Perut dengan Bersepeda

4 hari lalu

Ilustrasi lemak perut (pixabay.com)
7 Tips Menghilangkan Lemak Perut dengan Bersepeda

Berikut adalah langkah-langkah untuk menghilangkan lemak perut saat bersepeda.


Inilah Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sedang Sakit

4 hari lalu

PT Permodalan Nasional Madani atau PNM, dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, menyalurkan hewan kurban di berbagai titik 3T di Indonesia. Diantaranya di Aceh, Palembang, Lampung, Garut, Serang, Banjarmasin, Purwokerto, Solo, Mataram, dan Makassar.
Inilah Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sedang Sakit

Hewan kurban harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya tidak sakit. Berikut ciri-ciri hewan kurban yang sedang sakit.


Inilah Bahaya Hewan Kurban yang Disembelih dalam Keadaan Sakit

4 hari lalu

Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1445 H, sebanyak 2.458 hewan kurban dibagikan bagi masyarakat tidak mampu yang tersebar di seluruh Indonesia.
Inilah Bahaya Hewan Kurban yang Disembelih dalam Keadaan Sakit

Menyembelih hewan kurban yang sedang sakit dapat membawa berbagai risiko, baik dari segi kesehatan manusia, maupun lingkungan.