Pendiri Taliban Abdul Ghani Baradar Akan Memimpin Pemerintahan Baru Afghanistan

Reporter

Mullah Abdul Ghani Baradar, pemimpin delegasi Taliban, berbicara selama pembicaraan antara pemerintah Afganistan dan gerilyawan Taliban di Doha, Qatar, 12 September 2020. [REUTERS/Ibraheem al Omari]

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, akan memimpin pemerintah Afghanistan baru yang akan segera diumumkan, menurut sumber-sumber dalam kelompok itu mengatakan pada hari Jumat.

Taliban sedang berupaya meredam perlawanan di Lembah Panjshir, tetapi prioritas paling mendesak pemerintah baru adalah untuk mencegah runtuhnya ekonomi dan kekeringan imbas konflik 20 tahun, yang menewaskan sekitar 240.000 warga Afghanistan sebelum pasukan AS menyelesaikan penarikan penuh gejolak pada 30 Agustus.

Yang dipertaruhkan adalah apakah Taliban dapat memerintah negara yang menghadapi krisis ekonomi, bencana kemanusiaan, dan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas dari kelompok militan saingan, termasuk ISIS-K.

Mullah Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban, akan bergabung dengan Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang salah satu pendiri Taliban Mullah Omar, dan Sher Mohammad Abbas Stanikzai, dalam posisi senior di pemerintahan, kata tiga sumber.

"Semua pemimpin puncak telah tiba di Kabul, di mana persiapan sedang dalam tahap akhir untuk mengumumkan pemerintahan baru," kata seorang pejabat Taliban kepada Reuters, yang berbicara dengan syarat anonim, dikutip 3 September 2021.

Haibatullah Akhundzada, pemimpin agama tertinggi Taliban, akan fokus pada masalah agama dan pemerintahan dalam kerangka Islam, kata sumber Taliban lainnya.

Pemimpin delegasi Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar (kanan) berbicara dalam pertemuan dengan pemerintah Afganistan di Doha, Qatar, 12 September 2020. Delegasi pemerintah Afganistan dan kelompok Taliban akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dalam proses perundingan bersejarah tersebut. REUTERS/Ibraheem al Omari

Taliban, yang merebut Kabul pada 15 Agustus setelah menyapu sebagian besar negara itu, telah menghadapi perlawanan di Lembah Panjshir, di mana ada laporan tentang pertempuran sengit dan korban.

Beberapa ribu milisi regional dan sisa-sisa angkatan bersenjata pemerintah telah berkumpul di lembah terjal di bawah kepemimpinan Ahmad Massoud, putra mantan komandan Mujahidin Ahmad Shah Massoud.

Upaya untuk merundingkan penyelesaian tampaknya telah gagal, dengan masing-masing pihak menyalahkan pihak lain atas kegagalan tersebut.

Sementara Taliban telah berbicara tentang keinginan mereka untuk membentuk pemerintah konsensus, sebuah sumber yang dekat dengan kelompok itu mengatakan pemerintah sementara yang sekarang dibentuk hanya akan terdiri dari anggota Taliban.

REUTERS

Baca juga: Taliban Kuasai Afghanistan, Seperti Ini Susunan Kepemimpinannya






Taliban Larang Siswa Perempuan Afghanistan Ikuti Ujian Masuk Universitas

4 jam lalu

Taliban Larang Siswa Perempuan Afghanistan Ikuti Ujian Masuk Universitas

Kementerian Pendidikan Tinggi yang dikelola Taliban melarang universitas swasta di Afghanistan mengizinkan siswa perempuan mengikuti ujian masuk


Lebih dari 160 orang Afghanistan Meninggal Dunia karena Cuaca Dingin Ekstrem

2 hari lalu

Lebih dari 160 orang Afghanistan Meninggal Dunia karena Cuaca Dingin Ekstrem

Banyak warga Afghanistan tidak mampu membeli bahan bakar untuk menghangatkan rumah-rumah di suhu jauh di bawah titik beku.


PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

5 hari lalu

PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

Taliban masih membatasi hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.


Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

7 hari lalu

Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

PBB meminta maaf atas beredarnya foto beberapa staf di depan bendera Taliban di Afghanistan.


Taliban Punya Supercar, Mesinnya Toyota Corolla 1.800cc

8 hari lalu

Taliban Punya Supercar, Mesinnya Toyota Corolla 1.800cc

Mesin bensin supercar Mada 9 buatan rezim Taliban Afganistan disebut dapat diganti dengan powertrain listrik pada versi produksi nanti.


78 Orang Tewas kedinginan di Afghanistan

9 hari lalu

78 Orang Tewas kedinginan di Afghanistan

Afghanistan sedang mengalami musim dingin terburuk lebih dari satu dekade. Dilaporkan sudah 78 orang meninggal kedinginan dan 77 ribu hewan ternak


Mantan Anggota Parlemen Perempuan di Afghanistan Ditembak

13 hari lalu

Mantan Anggota Parlemen Perempuan di Afghanistan Ditembak

Mantan Anggota Parlemen perempuan di Afghanistan periode 2018-21 tewas dalam serangan oleh laki-laki tak dikenal.


Recep Tayyip Erdogan : Aturan Taliban yang Larang Perempuan Sekolah Tidak Islami

14 hari lalu

Recep Tayyip Erdogan : Aturan Taliban yang Larang Perempuan Sekolah Tidak Islami

Recep Tayyip Erdogan mencela aturan Taliban yang melarang universitas dan sekolah dasar menerima murid perempuan.


Amerika Minta Taliban Revisi Aturan yang Serba Melarang Perempuan

15 hari lalu

Amerika Minta Taliban Revisi Aturan yang Serba Melarang Perempuan

Amerika Serikat melalui Dewan Keamanan PBB meminta agar lembaga itu meminta Taliban menghapus aturan soal larangan perempuan sekolah dan bekerja


Bom Bunuh Diri di Luar Kemlu Afghanistan, Lima Orang Tewas

17 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Luar Kemlu Afghanistan, Lima Orang Tewas

Bom bunuh diri di luar kantor Kementerian Luar Negeri Afghanistan menewaskan lima orang dengan ISIS mengklaim bertanggung jawab.