Taliban Segera Umumkan Mullah Baradar Sebagai Pemimpin Baru Afghanistan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mullah Abdul Ghani Baradar, pemimpin delegasi Taliban, berbicara selama pembicaraan antara pemerintah Afganistan dan gerilyawan Taliban di Doha, Qatar, 12 September 2020. [REUTERS/Ibraheem al Omari]

    Mullah Abdul Ghani Baradar, pemimpin delegasi Taliban, berbicara selama pembicaraan antara pemerintah Afganistan dan gerilyawan Taliban di Doha, Qatar, 12 September 2020. [REUTERS/Ibraheem al Omari]

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pendiri Taliban Mullah Baradar segera diumumkan sebagai pemimpin Afghanistan yang baru. Menurut sumber di kalangan kelompok Islam, Baradar yang kini sebagai kepala kantor politik Taliban, akan didampingi oleh petinggi lainnya yaitu Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang salah satu pendiri Taliban Mullah Omar, dan Sher Mohammad Abbas Stanekzai, yang akan menduduki posisi senior di pemerintahan.

    "Semua pemimpin puncak telah tiba di Kabul, yang saat ini dalam persiapan tahap akhir untuk mengumumkan pemerintahan baru," kata seorang pejabat Taliban kepada Reuters.

    Haibatullah Akhunzada, pemimpin agama tertinggi Taliban, akan fokus menangani masalah agama dan pemerintahan dalam kerangka Islam, menurut sumber Taliban lainnya.

    Taliban, yang merebut Kabul pada 15 Agustus 2021, sedang menghadapi perlawanan di Lembah Panjshir di utara ibukota. Pertempuran sengit terjadi di sana.

    Beberapa ribu pejuang milisi regional dan sisa-sisa angkatan bersenjata pemerintah telah berkumpul di lembah terjal di bawah kepemimpinan Ahmad Massoud, putra mantan komandan Mujahidin Ahmad Shah Massoud.

    Upaya perundingan gagal. Masing-masing pihak saling menyalahkan atas kegagalan tersebut.

    Saat ini legitimasi pemerintah baru di tangan Taliban sedang dipertaruhkan di mata para donor dan investor internasional. Hal ini sangat penting bagi ekonomi negara yang sedang bergulat dengan kekeringan dan kerusakan akibat konflik panjang yang menewaskan sekitar 240.000 warga Afghanistan.

    Kini banyak warga Afghanistan sedang berjuang memberi makan keluarga di tengah kekeringan parah. Jauh sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan, kekeringan sudah terjadi. Jutaan orang menghadapi bencana kelaparan.

    Baca: Taliban Sedang Merencanakan Pemerintahan Sementara Afghanistan yang Inklusif

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.