Gempa Sichuan Tewaskan 19 Ribu Anak Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif ,  Beijing: Lebih dari 19 ribu anak sekolah tewas dalam musibah gempa yang menghancurkan Provinsi Sichuan, Mei lalu. Pemerintah Cina baru melansir angka ini pertama kali, Jum'at (21/11).


    Gempa yang menewaskan lebih dari 90 ribu orang dan sebagian hilang, pemerintah Provinsi sebelumnya tidak menyebutkan secara spesifik untuk anak-anak sekolah tingkat dasar dan sekolah menengah pertama.


    Wakil Gubernur Sichuan Wei Hong mengatakan bahwa 19.65 pelajar tewas dalam gempa. Angka ini diumumkan menjelang persiapan pertemuan konferensi zona gempa musim dingin.


    Wei juga mengatakan bahwa masih ada jutaan orang tidak mempunyai tempat tinggal dan masih membangun rumahnya yang hancur karena mereka akan menghadapi musim dingin. Gempa yang mengguncang provinsi barat laut Cina ini, memaksa penduduk segera bergegas membangun rumah kembali karena musim dingin kali ini suhunya akan lebih rendah daripada biasanya.


    “Selama periode relokasi ini kami sudah menyiapkan tempat yang bisa menampung ribuan orang untuk menghadapi musim dingin nanti. Khususnya suhu udara yang ekstrim,” papar Wei.


    Meski jutaan selimut katun maupun baju hangat sudah diberikan, menurut Wei, masih banyak dibutuhkan bantuan seperti itu. Sampai tanggal 12 Noveber, sudah ada 200 ribu rumah yang dibangun, sedangkan 685 ribu rumah lainnya masih dalam proses pembangunan kembali. Namun masih tersisa 1,94 juta rumah yang harus dibangun kembali.


    Selain itu, lebih dari 1.300 gedung sekolah juga harus dibangun kembali. Bahkan ada 25 kota yang harus direlokasi, termasuk Beichuan dan Wechuan, dua kota yang daerahnya luluh lantak akibat gempa.


    AFP| Nur Haryanto







     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.