Jepang Perpanjang Status Darurat Nasional COVID-19, Olimpiade Tokyo Terancam?

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kirab obor Olimpiade Tokyo dimulai. Obor dinyalakan oleh anggota tim sepak bola nasional wanita Jepang Nadeshiko Jepang selama Grand Start Estafet Obor Olimpiade Tokyo 2020 di Naraha, prefektur Fukushima, Jepang, 25 Maret 2021. REUTERS / Kim Kyung-Hoon / Pool

    Kirab obor Olimpiade Tokyo dimulai. Obor dinyalakan oleh anggota tim sepak bola nasional wanita Jepang Nadeshiko Jepang selama Grand Start Estafet Obor Olimpiade Tokyo 2020 di Naraha, prefektur Fukushima, Jepang, 25 Maret 2021. REUTERS / Kim Kyung-Hoon / Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jepang berencana untuk memperpanjang status darurat nasional COVID-19 hingga melebihi 11 Mei. Hal itu tak ayal menimbulkan pertanyaan apakah Jepang masih akan lanjut dengan rencana penyelenggaraan Olimpiade Tokyo pada Juli nanti.

    Dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 5 Mei 2021, sejauh ini Pemerintah Jepang condong untuk menerapkan status darurat di beberapa perfektur saja. Beberapa di antaranya adalah Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Hyogo.

    Menurut laporan media lokal Jepang, PM Yoshihide Suga bakal membahas masalah status darurat nasional tersebut pada hari ini. Adapun hal itu akan dibahas dalam rapat terbatas antara dirinya dan sejumlah menteri terkait. Diprediksi pembahasan akan mengacu pada perlu tidaknya perpanjangan dan berapa lama durasinya.

    Gubernur Osaka dikabarkan mendukung rencana perpanjangan status darurat nasional itu. Dikutip dari kantor berita Reuters, ia mengatakan perpanjangan selama 3-4 pekan memungkinkan untuk dilakukan.

    Mengacu pada aturan yang berlaku di Tokyo, restoran, bar, karaoke, atau tempat hiburan apapun yang menyediakan alkohol tidak boleh beroperasi selama status darurat nasional. Departemen Store berukuran besar dan bioskop juga harus tutup.

    Sementara itu, event-event olahraga tetap boleh digelar, namun tanpa penonton. Pada Maret lalu, Pemerintah Jepang dikabarkan akan menggelar Olimpiade Tokyo tanpa penonton internasional untuk mencegah kemungkinan COVID-19 masuk, apalagi yang varian baru. 

    Mengacu pada data WorldoMeter, Jepang tercatat memiliki 607 ribu kasus dan 10 ribu kematian akibat COVID-19. Sejak Maret lalu, angka kasus harian terus naik di kisaran 4000-5000 kasus per hari. Angka tertinggi tahun ini dicatatkan pada 30 April lalu sebanyak 5.897 kasus.

    Baca juga: Virus Corona, Jepang Berencana Kirim Bantuan ke India

    ISTMAN MP | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.