Pangeran Hamzah Menolak Dibungkam dalam Tahanan Rumah

Putra Mahkota Yordania Hamzah bin Hussein menyampaikan pidato kepada para ulama dan cendekiawan Muslim pada upacara pembukaan konferensi agama di Universitas Islam Al-Bayet di Amman, Yordania 21 Agustus 2004. [REUTERS / Ali Jarekji]

TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Hamzah dari Yordania yang saat ini berada dalam tahanan rumah, mengatakan dalam rekaman suara yang dirilis pada Senin, bahwa dia akan tidak mematuhi perintah militer untuk tidak berkomunikasi dengan dunia luar.

Hamzah bin Hussein, saudara tiri Raja Abdullah dan mantan pewaris takhta, mengatakan dalam rekaman yang dirilis oleh oposisi negara, bahwa dia tidak akan mematuhi perintah pembungkaman setelah dilarang dari kegiatan apa pun dan disuruh diam.

"Saya akan bersuara dan tidak akan mematuhi ketika mereka memberi tahu Anda bahwa Anda tidak dapat keluar atau men-twit atau menghubungi orang-orang dan hanya diizinkan untuk melihat keluarga," katanya dalam rekaman yang dia bagikan kepada teman dan kontaknya, dikutip dari Reuters, 5 April 2021.

Pada hari Sabtu, militer memperingatkan Pangeran Hamzah atas tindakan yang diklaim dapat merusak "keamanan dan stabilitas" di Yordania. Pangeran Hamzah kemudian mengatakan dia sedang dalam tahanan rumah. Beberapa tokoh terkenal juga ditahan.

Pejabat Yordania mengumumkan pada Ahad bahwa Pangeran Hamzah telah berhubungan dengan orang-orang yang memiliki kontak dengan pihak asing, dalam plot yang bertujuan untuk mengganggu keamanan negara dan dia telah diselidiki.

Raja Abdullah II dari Yordania. Mark Wilson/Getty Images

Wakil Perdana Menteri Yordania, Ayman Safadi, mengatakan pada konferensi pers hari Minggu bahwa pejabat keamanan telah menyadap komunikasi antara Hamzah, lingkarannya, dan pihak asing tentang dugaan rencana yang dia klaim akan merusak stabilitas dan keamanan negara.

"Penyelidikan telah mendeteksi gangguan dan komunikasi, termasuk beberapa dengan entitas asing, pada waktu yang ideal untuk mengambil langkah-langkah menuju ketidakstabilan keamanan Yordania," kata Safadi, dilaporkan CNN.

Dia juga menuduh Pangeran Hamzah mencoba "memobilisasi" orang Yordania untuk melawan negara selama "beberapa waktu".

Namun dalam pernyataan video yang diperoleh BBC pada Sabtu, pangeran membantah bahwa dia adalah "bagian dari konspirasi atau organisasi jahat atau kelompok yang didukung asing" dan menolak tuduhan konspirasi anti-pemerintah.

"Saya di rumah sendirian dengan istri saya, anak-anak kami yang masih kecil dan saya ingin membuat rekaman ini, sehingga jelas bagi dunia, bahwa apa yang Anda lihat dan dengar dalam konteks dari pernyataan resmi bukanlah cerminan dari realitas di lapangan," katanya dalam video tersebut.

Baca juga: Dianggap Mengancam Yordania, Ini 5 Fakta Soal Pangeran Hamzah Bin Hussein

AS dan sejumlah negara Arab telah menyuarakan dukungan mereka terhadap Raja Abdullah.

Arab Saudi mengatakan menawarkan dukungan penuh "untuk semua keputusan dan tindakan" yang diambil oleh Raja Abdullah untuk menjaga keamanan, Saudi Press Agency melaporkan, mengutip pernyataan Dewan Kerajaan Saudi.

"Raja Abdullah adalah mitra kunci Amerika Serikat, dan dia mendapat dukungan penuh kami, "kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada CNN.

Tidak jelas mengapa kerajaan memutuskan untuk menindak Pangeran Hamza sekarang, tetapi Pangeran Hamzah telah memancing risiko dengan sering mengunjungi pertemuan suku, di mana beberapa orang mengkritik Raja Abdullah.

Para pejabat mengatakan upaya sedang dilakukan untuk menyelesaikan krisis di dalam keluarga kerajaan, tetapi Pangeran Hamzah tidak mau bekerja sama.

Raja Abdullah mencopot Pangeran Hamzah dari posisinya sebagai pewaris takhta pada tahun 2004, suatu tindakan yang memperkuat kekuasaannya atas Yordania.

REUTERS | CNN






Pemakaman Umum Al Oud di Riyah, Kuburan Raja-Raja Arab Saudi

2 hari lalu

Pemakaman Umum Al Oud di Riyah, Kuburan Raja-Raja Arab Saudi

Kerajaan Inggris punya Westminster Abbey tempat pemakaman raj atau ratu. Sementara, raja-raja Arab Saudi dikuburkan di pemakaman umum Al Oud Riyadh.


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

3 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

4 hari lalu

Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

Peti berlapis timah Ratu Elizabeth II disimpan di semacam brankas Royal Vault. Sedangkan jasad Raja Abdullah dimakamkan di Pemakaman Umum Al Oud.


Gedung Ambruk di Yordania, Korban Jiwa Sedikitnya 9 Orang

13 hari lalu

Gedung Ambruk di Yordania, Korban Jiwa Sedikitnya 9 Orang

Pemerintah Yordania meyakini sedikitnya 10 orang masih berada di dalam reruntuhan dan beberapa mungkin masih hidup


Raja Narkoba Miguel Angel Felix Gallardo Dipindahkan ke Tahanan Rumah

15 hari lalu

Raja Narkoba Miguel Angel Felix Gallardo Dipindahkan ke Tahanan Rumah

Miguel Angel Felix Gallardo, yang terkenal sebagai bandar narkoba, sekarang berstatus tahanan rumah setelah 3 dekade mendekam di penjara.


Australia Juara FIBA Asia Cup 2022 Usai Kalahkan Lebanon

25 Juli 2022

Australia Juara FIBA Asia Cup 2022 Usai Kalahkan Lebanon

Timnas basket Australia berhasil mempertahankan gelar juara FIBA Asia Cup 2022.


Panitia FIBA Asia Cup 2022 Benarkan Soal Insiden Tim Yordania-Lebanon

25 Juli 2022

Panitia FIBA Asia Cup 2022 Benarkan Soal Insiden Tim Yordania-Lebanon

Panitia FIBA Asia Cup 2022 mengatakan kepolisian sudah ikut mengamankan situasi agar tidak terjadi insiden lanjutan.


FIBA Asia Cup 2022: Pelatih Yordania Sebut Terima Serangan Dari Tim Lebanon

25 Juli 2022

FIBA Asia Cup 2022: Pelatih Yordania Sebut Terima Serangan Dari Tim Lebanon

Timnas basket Yordania kalah dari Selandia Baru dalam perebutan tempat ketiga FIBA Asia Cup 2022.


Jadwal dan Prediksi Semifinal FIBA Asia Cup 2022: Yordania vs Lebanon, Australia vs Selandia Baru

23 Juli 2022

Jadwal dan Prediksi Semifinal FIBA Asia Cup 2022: Yordania vs Lebanon, Australia vs Selandia Baru

Empat tim terbaik akan saling jegal memperebutkan dua tiket final kejuaraan bola basket FIBA Asia Cup 2022 di Istora GBK Sabtu, 23 Juli 2022.


Hasil FIBA Asia Cup 2022: Timnas Basket Australia Kalahkan Yordania 78-60

12 Juli 2022

Hasil FIBA Asia Cup 2022: Timnas Basket Australia Kalahkan Yordania 78-60

Timnas basket Australia memetik kemenangan perdana setelah mengalahkan Yordania 78-60 dalam fase Grup A FIBA Asia Cup 2022.