Raja Abdullah II Tangkap Anggota Kerajaan Yordania, Ini Reaksi Negara Tetangga

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Abdullah II dari Yordania. Mark Wilson/Getty Images

    Raja Abdullah II dari Yordania. Mark Wilson/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Hamzah bin Hussein, yang sempat menjadi calon penerus tahta Kerajaan Yordania, menjadi sorotan internasional. Raja Abdullah II menangkap dan menjadikannya tahanan rumah karena dianggap mengancam kestabilan dan keamanan Yordania. Bahkan, ia disebut telah berkomplot dengan lembaga intelijen asing.

    Tak lama setelah Hamzah bin Hussein dijadikan tahanan rumah, berbagai negara langsung bereaksi atas hal tersebut. Mayoritas memberikan dukungan kepada Raja Abdullah II, menyinggung soal betapa pentingnya kondisi Yordania untuk menjaga stabilitas regional. Berikut reaksi beberapa negara yang dikumpulkan Tempo dari berbagai sumber, Senin, 5 April 2021.

    1. Amerika
    "Kami terus memantau perkembangan dan menjaga kontak dengan Pemerintah Yordania. Raja Abdullah adalah partner penting bagi Amerika dan ia mendapat dukungan kami sepenuhnya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Ned Price.

    2. Arab Saudi
    "Kerajaan Arab Saudi menegaskan kembali dukungan terhadap segala keputusan dan tindakan yang diambil oleh Raja Abdullah II dan Pangeran Al Hussein bin Abdullah II untuk menjaga keamanan dan stabilitas Yordania," ujar Kerajaan Arab Saudi dalam keterangan persnya.

    Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menambahkan bahwa "Stabilitas dan kemakmuran Yordania adalah basis dari kestabilan dan kemakmuran regional (Timur Tengah)".

    Mantan Putra Mahkota Yordania Hamzah bin Hussein (Sumber: Ali Jarekji/ Reuters)

    3. Uni Emirat Arab
    "Kami mendukung segala keputusan dan tindakan yang diambil oleh Raja Abdullah II dan putra mahkota untuk meredakan segala ancaman terhadap keamanan dan stabilitas Yordania," ujar Kementerian Sekretaris Negara UEA. UEA menambahkan bahwa bukan perkara gampang menjaga hubungan dengan negara yang sedang bermasalah, namun hal itu dibutuhkan untuk stabilitas regional.

    4. Iran
    "Iran menentang segala ketidakstabilan internal serta intervensi asing. Kami mempercayai segala masalah internal sebuah negara harus diselesaikan berdasarkan hukum yang berlaku di sana,"

    "Ketidakstabilan internal di wilayah Asia Barat akan menguntungkan rezim Zionis (Israel). Selalu ada jejak rezim tersebut dalam setiap masalah di negara-negara Islam," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.

    5. Palestina
    "Presiden Palestina Mahmoud Abbas berdiri di samping Kerajaan Hashemite Yordania beserta raja, pemerintahan, dan warganya. Kami mendukung keputusan yang diambil Raja Abdullah II untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan persatuan di Yordania," ujar keterangan pers Pemerintah Palestina.

    6. Turki
    "Kami tidak melihat stabilitas dan ketenangan di Yordania, sebuah negara yang begitu penting atas keamanan di Timur Tengah...Kami menyampaikan dukungan kuat terhadap Raja Abdullah II dan Pemerintah Yordania, termasuk kemakmuran dan kesejahteraan bagi saudara, sahabat di sana," ujar keterangan pers Pemerintah Turki.

    Baca juga: Pemerintah Yordania Tuduh Pangeran Hamzah Berkomplot dengan Pihak Asing

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.