Puluhan Ribu Orang Ambil Bagian dalam Protes Kudeta Myanmar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran memprotes kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Yangon, Myanmar, 6 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

    Demonstran memprotes kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Yangon, Myanmar, 6 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan ribu orang ambil bagian dalam unjuk rasa memprotes kudeta militer dan pembebasan Aung San Suu Kyi di kota terbesar Myanmar pada Ahad, sementara ribuan lainnya bergabung dalam aksi unjuk rasa di seluruh pelosok Myanmar.

    Protes ini adalah yang terbesar sejak demonstrasi biksu Buddha dalam Revolusi Saffron 2007.

    Massa berkumpul di Yangon, ibu kota ekonomi Myanmar, sambil membawa balon merah yang melambangkan warna partai NLD Aung San Suu Kyi dengan meneriakkan slogan: "Kami tidak ingin kediktatoran militer! Kami ingin demokrasi!".

    Militer merebut kekuasaan pada 1 Februari dini hari, beberapa jam sebelum parlemen yang baru terpilih membuka sesi pertama setelah menang pemilu 8 November 2020, pemilu yang diklaim militer dicurangi. Komisi pemilihan umum membantah ada kecurangan.

    Kudeta militer Myanmar telah menarik kecaman dari dunia internasional.

    Pada Sabtu, puluhan rabu massa menggelar aksi protes terbuka pertama sejak kudeta.

    Pada Ahad pagi massa dari seluruh kota Yangon berkumpul di kotapraja Hledan, beberapa berjalan melewati lalu lintas yang macet.

    Mereka mengibarkan bendera NLD dan memberi salut tiga jari yang telah menjadi simbol protes terhadap kudeta. Pengemudi membunyikan klakson dan penumpang mengangkat foto Aung San Suu Kyi.

    Peristiwa iu terekam dalam video dan disiarkan di Facebook, beberapa dari sedikit dokumentasi yang telah keluar dari Myanmar sejak junta memblokir internet dan membatasi saluran telepon pada hari Sabtu.

    Tidak ada komentar dari junta di ibu kota Naypyitaw, lebih dari 350 km utara Yangon.

    "Mereka sudah mulai mematikan internet - jika mereka lebih berkuasa, mereka akan lebih menindas pendidikan, bisnis, dan kesehatan," kata Thu Thu, 57 tahun yang ditangkap oleh junta sebelumnya selama protes pro-demokrasi di akhir 1980-an.

    "Inilah mengapa kita harus melakukan ini," katanya.

    Baca juga: Profesor Australia Penasihat Ekonomi Aung San Suu Kyi Ditangkap Militer Myanmar

    "Kami tidak dapat menerima kudeta," kata seorang pria lain berusia 22 tahun yang datang dengan 10 temannya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan.

    Pada Ahad tengah hari sekitar 100 orang turun ke jalan dengan sepeda motor di kota pesisir Mawlamyine di tenggara, dan mahasiswa serta dokter berkumpul di kota Mandalay di Myanmar tengah.

    Ratusan kerumunan lainnya bermalam di luar kantor polisi di kota Payathonzu di negara bagian Karen di tenggara, tempat anggota parlemen NLD diyakini telah ditangkap. Mereka tetap di luar di pagi hari menyanyikan lagu-lagu pro-demokrasi.

    Tanpa internet dan informasi resmi yang langka, desas-desus tentang nasib Suu Kyi dan kabinetnya tidak pasti. Sebuah rumor mengatakan bahwa dia telah dibebaskan, yang menarik banyak orang ke jalan untuk merayakannya semalam pada hari Sabtu, dengan cepat dibantah oleh pengacaranya.

    Lebih dari 160 orang telah ditangkap sejak junta militer merebut kekuasaan, kata Thomas Andrews, pelapor khusus PBB untuk Myanmar.

    REUTERS

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-myanmar-politics-protest/biggest-protests-in-myanmar-since-2007-draw-tens-of-thousands-idUSKBN2A702Y


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.