Partai NLD Tuntut Militer Bebaskan Aung San Suu Kyi dan Akui Parlemen Terpilih

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara di KTT Bisnis dan Investasi ASEAN di Singapura, 12 November 2018. Di Myanmar, Suu Kyi tetap dipuja tetapi dia gagal menyatukan berbagai kelompok etnis atau mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung selama satu dekade. Dia juga mengawasi pengetatan pembatasan pers dan masyarakat sipil dan telah berselisih dengan banyak mantan sekutunya. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

    Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara di KTT Bisnis dan Investasi ASEAN di Singapura, 12 November 2018. Di Myanmar, Suu Kyi tetap dipuja tetapi dia gagal menyatukan berbagai kelompok etnis atau mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung selama satu dekade. Dia juga mengawasi pengetatan pembatasan pers dan masyarakat sipil dan telah berselisih dengan banyak mantan sekutunya. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi beserta tahanan lain pada Selasa dan mendesak militer Myanmar mengakui kemenangannya dalam pemilu 8 November, sehari setelah kudeta militer 1 Februari yang memicu kemarahan global.

    Tentara menyerahkan kekuasaan kepada Jenderal Min Aung Hlaing dan memberlakukan status darurat selama setahun setelah militer menangkap Suu Kyi, pejabat sipil, pejabat partai NLD, dan tokoh pro demokrasi Myanmar lain pada Senin dini hari.

    Komite eksekutif NLD menuntut pembebasan semua tahanan "secepat mungkin".

    Dikutip dari Reuters, 2 Februari 2021, dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook pejabat senior partai NLD May Win Myint, komite juga meminta militer untuk mengakui hasil pemilihan dan parlemen baru, yang dijadwalkan bertemu untuk pertama kalinya pada hari Senin tepat sebelum kudeta, diizinkan untuk menjabat.

    Jalan-jalan Myanmar sepi selama jam malam yang sudah diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Pasukan dan polisi anti huru hara mengambil posisi di ibu kota, Naypyitaw, dan pusat perdagangan utama Yangon.

    Pada Selasa pagi, sambungan telepon dan internet telah pulih, tetapi pasar yang biasanya ramai kini sepi dan bandara di pusat komersial Yangon ditutup.

    Baca juga: Memasuki Hari Kedua Kudeta Myanmar, Di Mana Aung San Suu Kyi?

    Bank-bank di Yangon dibuka kembali setelah menghentikan layanan keuangan sehari sebelumnya karena koneksi internet yang buruk dan di tengah nasabah yang ramai menarik uang tunai.

    Penduduk setempat khawatir pergolakan tersebut akan semakin merugikan ekonomi, yang masih belum pulih dari wabah Covid-19.

    Aung San Suu Kyi, 75 tahun, mengalami sekitar 15 tahun tahanan rumah antara tahun 1989 dan 2010 saat ia memimpin gerakan demokrasi negara dalam perjuangan panjangnya melawan junta militer Myanmar, yang telah memerintah negara itu selama enam dekade terakhir.

    REUTERS

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-myanmar-politics/suu-kyis-party-demands-her-release-as-myanmar-generals-tighten-grip-on-power-idUSKBN2A139S?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.