Ini Pejabat Donald Trump yang Mundur Usai Kerusuhan US Capitol

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pendukung Presidenn Donald Trump menyalakan flare saat berkumpul di Gedung Capitol Amerika Seikat di Washington, 6 Januari 2021. Pendukung Donald Trump menyerbu gedung parlemen AS, US Capitol, saat Wakil Presiden Mike Pence menolak permintaan Presiden Trump untuk membatalkan kekalahannya dari Joe Biden. REUTERS/Leah Millis

    Ratusan pendukung Presidenn Donald Trump menyalakan flare saat berkumpul di Gedung Capitol Amerika Seikat di Washington, 6 Januari 2021. Pendukung Donald Trump menyerbu gedung parlemen AS, US Capitol, saat Wakil Presiden Mike Pence menolak permintaan Presiden Trump untuk membatalkan kekalahannya dari Joe Biden. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerusuhan yang terjadi di gedung US Capitol pada Rabu ikut berdampak besar terhadap administrasi Presiden Donald Trump. Sebanyak 12 pejabatnya memutuskan untuk mundur. Dua di antaranya bahkan anggota dari kabinet Donald Trump. Berikut beberapa nama pejabat Amerika yang mundur sebagai bentuk protes:

    1. Menteri Perhubungan Elaine Chao
    Menteri Transportasi AS, Elaine Chao juga memutuskan mundur dari kabinet Donald Trump usai kerusuhan pendukung Trump di gedung US Capitol. Pada Kamis sore (7/1), Chao mengunggah pesan ke Twitter-nya bahwa keputusan ini ia ambil karena rasa terusik yang besar terhadap apa yang terjadi di Capitol. Ia juga mengatakan bahwa pengunduran dirinya akan berlaku pada Senin (10/1). REUTERS

    Elaine Chao menyatakan dirinya tak akan lagi menjabat sebagai Menteri Perhubungan Amerika per Senin pekan depan. Ia merasa resah dan terganggu dengan kerusuhan US Capitol. Menurutnya, peristiwa tersebut bisa dihindari.

    "Saya bangga dengan berbagai capaian yang berhasil didapat selama bekerja untuk Pemerintah Amerika...Adalah sebuah kehormatan bekerja untuk Kementerian Perhubungan," ujar Chao.

    2. Menteri Pendidikan Betsy Davos


    Betsy Davos mengajukan pengunduran dirinya per hari Kamis kemarin, sehari setelah kerusuhan di gedung Capitol Amerika terjadi. Dalam ucapan pengunduran dirinya, Davos menegaskan keluhannya soal retorika Donald Trump yang menurutnya menjadi pemicu atas kerusuhan di US Capitol.

    "Tidak salah lagi dampak retorika mu terhadap situasi (Rabu) kemarin. Hal itu menjadi alasan ku (untuk mundur)," ujar Davos. Davos juga menyampaikan kekhawatirannya soal kerusuhan US Capitol dan provokasi Donald Trump yang menurutnya bisa menjadi pengaruh buruk untuk generasi-generasi penerus.

    3. Wakil Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakata Elinore F. McCance-Katz
    McCance-Katz mengundurkan diri di hari yang sama dengan Betsy Davos. McCance-Kantz menyampaikan bahwa sejatinya ia berniat untuk bertahan di pemerintahan hingga akhir periode Donald Trump. Namun, kata ia, kerusuhan US Capitol membuatnya berubah pikiran.

    "Mental warga kita sudah tertekan oleh banyak hal mulai dari COVID-19, isu keadilan sosial, dan kisruh soal hasil Pilpres Amerika. Saya tidak bisa mendukung ucapan-ucapan yang memicu kekerasan dan mengancam eksistensi dari warga Amerika," ujarnya dalam pesan pengunduran dirinya.

    4. Kepala Staf Ibu Negara Stephanie Grisham
    Stephanie Grisham, direktur komunikasi dan ajudan lama Melania Trump, mengundurkan diri melalui pengumuman yang dirilis pada Rabu malam (6/1) setelah kerusuhan pendukung Donald Trump di US Capitol. REUTERS

    Grisham, yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Direktur Komunikasi di Gedung Putih, memutuskan mundur di hari terjadinya kerusuhan dan efektif berlaku saat itu juga. Grisham tidak menjelaskan secara detil alasan ia memutuskan untuk mundur, namun ia mengaku bangga sempat menjadi bagian dari staf Melania Trump.

    "Saya merasa terhormat pernah menjadi bagian dari tim @Flotus @MELANIATRUMP yang memiliki misi untuk menolong anak-anak di manapun. Saya juga bangga akan capaian-capaian yang berhasil diraih administrasi ini," ujar Grisham.

    5. Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Mick Mulvaney
    Mick Mulvaney.[REUTERS]

    Mulvaney, yang untuk sementara waktu menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, memutuskan untuk mundur pada hari Kamis kemarin. Dikutip dari situs GlobalNews, dirinya mengaku sudah menghubungi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahwa dirinya mundur karena merasa tidak bisa lagi bekerja untuk Pemerintah Amerika.

    "Saya tidak bisa, saya tidak bisa bertahan di sini (Pemerintahan Amerika). Saya tidak heran jika teman-teman saya ikut mundur dalam 24-48 jam ke depan. Sangat bisa dipahami," ujarnya menegaskan.

    Mulvaney menambahkan bahwa beberapa pejabat yang memutuskan bertahan tidak bisa langsung diasumsikan loyalis Trump. Beberapa di antaranya, kata ia, bertahan untuk memastikan Donald Trump tidak mencari gara-gara hingga Presiden Amerika Terpilih Joe Biden mulai menjabat.

    Nama-nama pejabat lainnya yang memutuskan untuk mundur adalah Sarah Matthews, Ryan Tully, John Costello, Matt Pottinger, Tyler Goodspeed, Rob Greenway, dan Anna Christina Niceta. 

    ISTMAN MP | CNN | GLOBAL NEWS

    https://globalnews.ca/news/7562855/us-capitol-riot-resignations-trump/

    https://edition.cnn.com/2021/01/07/politics/elaine-chao-cabinet-resignation-trump/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.