Perusahaan Amerika Jual Senjata ke Taiwan Terkena Sanksi Cina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan militer Taiwan M56 mengeluarkan asap saat latihan militer Han Kuang, yang mensimulasikan Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) yang menyerang pulau itu, di Pangkalan Udara Ching Chuan Kang, Taichung, Taiwan, Kamis, 7 Juni 2018. REUTERS/Tyrone Siu

    Kendaraan militer Taiwan M56 mengeluarkan asap saat latihan militer Han Kuang, yang mensimulasikan Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) yang menyerang pulau itu, di Pangkalan Udara Ching Chuan Kang, Taichung, Taiwan, Kamis, 7 Juni 2018. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan dan individu Amerika Serikat yang terlibat dalam penjualan senjata ke Taiwan di antaranya Lockheed Martin, Boeing Defense, dan Raytheon terkena sanksi Cina. 

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian menjelaskan kepada para jurnalis sanksi itu untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Namun Cina belum menjelaskan bentuk sanksi kepada perusahaan-perusahaan Amerika itu.

    "Untuk melindungi kepentingan nasional kami, Cina memutuskan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan menjatuhkan sanksi ke perusahaan Amerika seperti Lockheed Martin, Boeing Defense, dan Raytheon, serta orang dan perusahaan yang berperilaku buruk dalam proses penjualan senjata," kata Zhao seperti dikutip dari Reuters, 26 Oktober 2020.

    Amerika Serikat seperti sebagian besar negara tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, namun Washington terikat dengan hukum untuk menyediakan pulau itu peralatan untuk mempertahankan diri.

    Menanggapi Cina yang menjatuhkan sanksi, Lockheed Martin melalui surat elektroniknya menjelaskan, semua penjualan militer internasionalnya diatur secara ketat oleh pemerintah Amerika dan kehadiran perusahana itu di Cina dibatasi.

    Juru bicara Boeing melalui surat elektroniknya menjelaskan kemitraan dengan perusahaan penerbangan Cina memiliki manfaat jangka panjang dan Boeing tetap berkomitmen untuk itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.