Cina Balas Beri Sanksi Pejabat Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Republik Rakyat Cina dan bendera AS berkibar di tiang lampu di sepanjang jalan Pennsylvania Avenue dekat Capitol AS selama kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao, di Washington, DC, Amerika Serikat, 18 Januari 2011.[REUTERS/Hyungwon Kang]

    Bendera Republik Rakyat Cina dan bendera AS berkibar di tiang lampu di sepanjang jalan Pennsylvania Avenue dekat Capitol AS selama kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao, di Washington, DC, Amerika Serikat, 18 Januari 2011.[REUTERS/Hyungwon Kang]

    TEMPO.CO, Beijing – Pemerintah Cina mengumumkan sanksi terhadap pejabat Amerika Serikat termasuk dua orang senator pada Senin, 13 Juli 2020.

    Ini merupakan sanksi retaliasi dari Cina terhadap sanksi Washington, yang terlebih dulu mengenakan sanksi terhadap pejabat Cina terkait tindakan buruk kepada warga Muslim Uighur.

    “Sanksi AS secara serius mengganggu urusan internal Cina, melanggar norma dasar hubungan internasional dan merusak secara serius hubungan AS dan Cina,” kata Hua Chunying, juru bicara kementerian Luar Negeri Cina, seperti dilansir Reuters pada Senin, 13 Juli 2020.

    Hua mengatakan ini adalah sanksi terkait atau corresponding sanctions terhadap Senator Ted Cruz dan Marco Rubio.

    Sanksi dari pemerintah Cina juga mengenai Chris Smith, perwakilan pemerintah AS, dan Dutabesar untuk Urusan Kebebasan Beragama Internasional, Sam Brownback serta Komisi Kongres Eksekutif untuk Cina.

    Komisi ini memonitor Hak Asasi Manusia dan pengembangan penegakan hukum di Cina. Komisi ini menyerahkan laporan tahunan kepada Presiden Donald Trump dan Kongres.

    Hua belum merinci apa saja sanksi dari pemerintah Cina kepada pejabat dan lembaga dari pemerintah AS ini.

    Namun, sanksi Amerika Serikat terhadap Cina meliputi pembekuan aset dari pejabat Cina tertentu, larangan perjalanan dan melarang warga AS melakukan bisnis dengan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.