Spanyol Darurat Nasional Hadang Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang fotografer Reuters memegang foto keramaian warga yang ikut meramaikan Festival San Fermin yang diambil pada Juli 2019, yang kini sepi tanpa digelarnya Festival San Fermin akibat pandemi wabah Virus Corona di Pamplona, Spanyol, 6 Juli 2020. REUTERS/Jon Nazca/Illustration

    Seorang fotografer Reuters memegang foto keramaian warga yang ikut meramaikan Festival San Fermin yang diambil pada Juli 2019, yang kini sepi tanpa digelarnya Festival San Fermin akibat pandemi wabah Virus Corona di Pamplona, Spanyol, 6 Juli 2020. REUTERS/Jon Nazca/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan hari Sabtu, 25 Oktober 2020 status darurat nasional untuk menghadang gelombang kedua pandemi Covid-19.

    Selain itu, Spanyol juga memberlakukan jam malam di seluruh negeri kecuali Kepulauan Canary. Ini dilakukan  untuk menahan laju kasus virus corona sementara Spanyol sudah memasuki gelombang kedua pandemi covid-19.

    "Situasi yang kita lewati saat ini sangat ekstrim," kata Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi setelah rapat kabinet sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

    Status darurat nasional yang berlaku dari 25 Oktober hingga Mei 2021 muncul untuk menanggapi desakan dari wilayah-wilayah untuk memberlakukan jam malam guna menahan lonjakan kasus virus corona.

    Seperti negara-negara Eropa lainnya yang diterjang gelombang kedua virus corona dalam beberapa pekan terakhir, Spanyol menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi di Eropa Barat. Total kasus virus corona di Spanyol meningkat menjadi 1,046,132 kasus pada hari Jumat lalu dan total jumlah kematian mendekati 35 ribu kematian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-ciri Berbohong, Perhatikan Bahasa Tubuh Bukan Kata-katanya

    Bahasa tubuh bisa mencerminkan apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ciri-cirinya