Selasa, 22 September 2020

Mirip Beirut, 700 Ton Amonium Nitrat Teronggok Lima Tahun di Pelabuhan India

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pandangan menunjukkan akibat di lokasi ledakan bahan peledak di area pelabuhan Beirut, Lebanon, 5 Agustus 20200. Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjaid penyebab insiden. REUTERS/Issam Abdallah

    Sebuah pandangan menunjukkan akibat di lokasi ledakan bahan peledak di area pelabuhan Beirut, Lebanon, 5 Agustus 20200. Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjaid penyebab insiden. REUTERS/Issam Abdallah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mirip Lebanon, hampir 700 ton amonium nitrat teronggok di pelabuhan Chennai, India sejak tahun 2015. Amonium nitrat sebanyak itu ditaruh dalam 37 kontainer yang diimpor dari Korea Selatan.

    Menurut Arab News, 7 Agustus 2020, amonium nitrat yang diimpor perusahaan India disebut untuk pupuk pertanian. Namun aparat hukum menyita senyawa kimia itu setelah menemukan amonium nitrat itu berkadar ledakan tinggi.

    Pejabat bea cukai setempat pada Kamis lalu mengatakan amonium nitrat itu ditaruh di tempat yang tidak membahayakan dan dalam proses lelang untuk dijual

    "Bahan kimia yang disita disimpan dengan aman dan keamanan kargo serta publik dipastikan dengan mempertimbangkan sifat bahaya bahan tersebut," kata aparat bea cukai dalam pernyataannya.

    Ledakan di Beirut pada Selasa malam bersumber dari 2.750 ton amonium nitrat yang teronggok selama enam tahun. Ledakan ini mengagetkan dunia karena kekuatan ledakan yang disebut setara dengan gempa skala 3.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.