Militer Afghanistan Kepung Penjara yang Direbut ISIS

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Militer Afghanistan telah mengepung penjara Jalalabad yang diserbu ISIS sejak Ahad pekan lalu. Kurang lebih 1000 tahanan berhasil kabur dalam peristiwa tersebut dan 100 masih bertahan di dalam penjara.

    Situasi di dalam penjara sendiri mencekam menurut mereka yang bertahan di sana. Selain dikuasai ISIS, logistik pun menipis yang membuat mereka khawatir bagaimana caranya akan bertahan.

    "Kami sangat lapar. Di sini juga sangat panas dan kami tidak memiliki air," ujar salah satu tahanan, Mohammad Idres, yang berhasil dihubungi via telepon, Senin, 3 Agustus 2020.

    Dikutip dari Reuters, Idres berpendapat akan sulit bagi prajurit Afghanistan masuk ke dalam penjara. Selain ada banyak prajurit ISIS, mereka juga menjaga titik-titik strategis seperti menara pengawas.

    Hingga berita ini ditulis, belum diketahui bagaimana militer Afghanistan akan mencoba masuk. Kepala Staf Militer Afghanistan, Letnan Jenderal Yasin Zia, telah tiba di lokasi kejadian bersama pasukan khusus untuk menyusun strategi mengambil alih penjara.

    Dalam peristiwa tersebut, 24 orang tewas dan 43 luka-luka. Sebanyak 21 di antara mereka yang meninggal adalah penduduk sipil.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.