ISIS dan Militer Afghanistan Baku Tembak di Penjara

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dibantu warga mengevakuasi korban terluka akibat serangan bom bunuh diri, di Jalalabad, Afganistan, 12 Mei 2020. Kelompok militan ISIS dicurigai menjadi pelaku serangan tersebut, lantaran sehari sebelumnya, ISIS meledakkan bom tepi jalan di distrik utara Kabul hingga melukai empat warga sipil termasuk anak-anak. REUTERS/Parwiz

    Petugas dibantu warga mengevakuasi korban terluka akibat serangan bom bunuh diri, di Jalalabad, Afganistan, 12 Mei 2020. Kelompok militan ISIS dicurigai menjadi pelaku serangan tersebut, lantaran sehari sebelumnya, ISIS meledakkan bom tepi jalan di distrik utara Kabul hingga melukai empat warga sipil termasuk anak-anak. REUTERS/Parwiz

    TEMPO.CO, Jakarta - ISIS dan militer Afghanistan baku tembak di Penjara Jalalabad. Aksi mereka tak ayal memicu kerusuhan dan pemberontakan di dalam penjara. Hingga berita ini ditulis, tercatat ada 24 orang yang meninggal dalam peristiwa itu.

    Di luar penjara, aksi itu memaksa pemerintah setempat untuk menutup perbatasan dan menghentikan aktivitas di kota. Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nangarhar, Sohrab Qaderi, Jalalabad sudah seperti kota mati.

    "Seluruh sisi kota Jalalabad sekarang menerapkan jam malam. Toko-toko juga dilarang beroperasi. Jalalabad benar-benar kosong," ujar Qaderi, dikutip dari Reuters, Senin, 3 Agustus 2020.

    Baku tembak tersebut bermula pada Ahad kemarin, diawali dengan mobil yang diledakkan di depan gerbang penjara. Ledakan itu kemudian disusul serangan prajurut ISIS yang melepas tembakan ke penjaga penjara.

    ISIS membawa kurang lebih 30 prajurit ke penjara yang menampung 2000 tahanan itu. Dari ke-30nya, hanya tiga yang masuk dalam daftar orang meninggal. Sementara itu, sisanya, penduduk sipil serta militer Afghanistan.

    "Untuk korban luka-luka, ada 43," ujar juru bicara Pemerintah Daerah Nangarhar, Attaullah Khugyani.

    Untuk melawan serangan yang berlangsung, seluruh personil Kepolisian Nangarhar dialihkan ke Penjara Jalalabad. Selain itu, juga untuk menangkap tahanan yang mencoba kabur. Per siang ini, sudah ada 1000 tahanan yang berhasil ditangkap lagi.

    Belum diketahui apa penyebab serangan ini mengingat beberapa waktu terakhir Afghanistan lebih banyak berkonflik dengan Taliban. Diduga aksi yang terjadi adalah balasan atas terbunuhnya pemimpin senior ISIS di Jalalabad beberapa hari lalu.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.