Kasus Harian Virus Corona di Hong Kong Naik, Aturan Diperketat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berpakaian protektif terlihat di dek keenam kapal pesiar Diamond Princess di peraiaran Yokohama, Jepang, 4 Februari 2020. Seorang penumpang yang identitasnya dirahasiakan positif mengidap virus corona setelah kapal pesiar asal Jepang itu bertolak dari Hong Kong. Twitter/@DAXA_TW via REUTERS

    Petugas berpakaian protektif terlihat di dek keenam kapal pesiar Diamond Princess di peraiaran Yokohama, Jepang, 4 Februari 2020. Seorang penumpang yang identitasnya dirahasiakan positif mengidap virus corona setelah kapal pesiar asal Jepang itu bertolak dari Hong Kong. Twitter/@DAXA_TW via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Hong Kong pada Senin, 27 Juli 2020, menerbitkan larangan acara kumpul-kumpul yang diikuti oleh lebih dari dua orang, melarang restoran melayani tamu makan ditempat dan mewajibkan masyarakat menggunakan masker saat di ruang publik. Aturan tersebut dilakukan demi memperlambat penyebaran virus corona.

    Dikutip dari reuters.com, aturan ini berlaku per Rabu, 29 Juli 2020 sampai tujuh hari ke depan. Ini untuk pertama kalinya pula, warga Hong Kong yang dikenal padat penduduknya tidak boleh makan di restoran (harus dibungkus). Sejak akhir Januari 2020, lebih dari 2.600 orang di Hong Kong terinfeksi virus corona, dari jumlah tersebut 20 orang meninggal.

    “Situasi sekarang sungguh mengkhawatirkan,” kata Kepala Menteri, Matthew Cheung.

    Seorang pekerja membersihkan kereta roller coaster di taman hiburan Ocean Park, yang saat ini ditutup guna mencegah penyebaran virus Corona di Hong Kong, Cina, 14 Mei 2020. REUTERS/Tyrone Siu

    Hong Kong, yang berpopulasi 7 juta jiwa, masih berada di bawah kendali Cina. Pada awal Juli lalu, Hong Kong sudah melarang restoran melayani tamu makan di tempat mulai pukul 18.00 menyusul naiknya kekhawatiran kasus virus corona. Akan tetapi, restoran-restoran dan café bisa beroperasi seperti sebelumnya.

    Dalam tiga pekan terakhir, penularan virus corona antar masyarakat di Hong Kong mengalami kenaikan. Pada Senin, 27 Juli 2020, penambahan kasus baru virus corona menyentuh angka tiga digit.

    Otoritas melaporkan pada Senin, 27 Juli 2020, ada 145 kasus baru virus corona, di mana dari jumlah tersebut sebanyak 142 kasus ditularkan antar masyarakat lokal. Otoritas Hong Kong juga memperingatkan warga negaranya yang terlalu santai dengan anjuran memakai masker dan social distancing.

    Sepanjang pekan ini, otoritas Hong Kong meningkatkan pengawasan, di antaranya menutup pantai-pantai dan memperkenalkan aturan baru demi membatasi lalu-lintas kapal serta mengurangi jumlah awak pesawat. Otoritas Rumah Sakit di Hong Kong mengatakan kasus-kasus baru ditemukan lebih cepat, dari pada kapasitas rumah sakit dalam merawat mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.