Waspadai Pemakzulan saat Pandemi, Bolsonaro Perkuat Peran Militer

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengikuti aksi unjuk rasa untuk menolak aturan social distancing di tengah pandemi virus Corona, di Brasilia, Brasil, 19 April 2020. Aksi tersebut diikuti ratusan orang yang memprotes aturan social distancing. REUTERS/Ueslei Marcelino

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus Corona yang memburuk, ekonomi yang terpuruk, serta masalah internal membuat Pemerintah Brazil was was. Mereka khawatir pemakzulan atau bahkan kudeta mengancam. Apalagi, sejumlah figur militer sudah memperingatkan bahwa instabilitas dalam negeri tak terhindarkan jika kondisi tidak membaik.

Merespon ancaman itu, Brazil mempertimbangkan keterlibatan militer yang lebih besar. Menurut anak Presiden Jair Bolsonaro sekaligus anggota kongres Brazil, Eduardo, keterlibatan militer yang lebih besar sudah pasti akan dilakukan. Dan, ia mengaku mendukung ide kediktatoran militer tersebut untuk menjaga stabilitas walaupun demokrasi bisa menjadi korban.

"Itu bukan opini lagi perihal apakah akan terjadi atau tidak, tetapi kapan akan terjadi," ujar Eduardo Bolsonaro sebagaimana dikutip dari New York Times, Rabu, 10 Juni 2020.

Diberitakan sebelumnya, Brazil menempati posisi kedua sebagai negara paling terdampak virus Corona di dunia. Per hari ini, ada 742 ribu kasus dan 38 ribu korban meninggal akibat virus Corona di Brazil. Adapun angka yang besar tersebut adalah imbas dari telatnya respon pemerintah Brazil. Bolsonaro sendiri meremehkan virus Corona dan menyamakannya dengan flu.

Makin tingginya angka kasus di Brazil tak ayal membuat situasi internal Pemerintah Brazil memanas. Sejumlah anak buah Bolsonaro mulai menentangnya. Gonta-ganti pejabat pun terjadi di mana Bolsonaro menyingkirkan penentang-penentangnya. Salah satunya mantan Menteri Kesehatan, Mandetta.

Mahkamah Agung tak ketinggalan 'ikut campur'. Mereka berkali-kali memperingatkan Bolsonaro soal pemerintahannya, termasuk memintanya untuk bersikap lebih transparan soal virus Corona. Bolsonaro merespon dengan meminta maaf soal tingginya angka kematian, namun mengatakan bahwa hal itu takdir semua orang.

Perkembangan terbaru, otoritas hukum mulai membidik keluarga Bolsonaro atas perkara penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan penyebaran berita bohong. Bolsonaro meresponnya dengan memperkuat peran militer di kabinetnya. Oleh berbagai kritikus, hal itu dimaknai sebagai ketakutan Bolsonaro atas kemungkinan kudeta atau pemakzulan.

Pendukung setia Bolsonaro, televangelis Silas Malafaia, yakin tidak akan terjadi penguatan militer secara berlebihan ataupun kudeta. Namun, ia menganggap Bolsonaro sah-sah saja bersiap atas kemungkinan terburuk. Bahkan, menurutnya, militer berhak bertindak jika lembaga hukum mencoba memakzulkan Bolsonaro.

"Itu namanya menjaga ketertiban ketika ada pelanggaran," ujar Malafaia sebagaimana dikutip dari New York Times.

Hal senada disampaikan oleh Penasehat Keamanan Nasional Bolsonaro, Augusto Heleno. Walau dia menyakini bahwa stabilitas nasional Brazil akan sulit ditebak ke depannya, dia yakin tak akan ada penguatan militer secara berlebihan di Pemerintahan Brazil. "Saya tidak mendukung adanya penggunaan militer untuk mempertahankan kekuasaan," ujar Heleno.

Sementara itu, mantan Menteri Hukum Sergio Moro menganggap bahwa Bolsonaro memang berniat memperkuat militer untuk mempertahankan kekuasaanya. Hal itu lah, kata ia, yang menciptakan ketidakstabilan di Brazil. "Brazil tidak seharusnya hidup dalam ancaman seperti itu," ujar Moro.

ISTMAN MP | NEW YORK TIMES






Xi Jinping Tampil Perdana di Hadapan Publik Usai Rumor Kudeta Merebak

19 jam lalu

Xi Jinping Tampil Perdana di Hadapan Publik Usai Rumor Kudeta Merebak

Presiden China Xi Jinping tampil di hadapan publik untuk pertama kali sejak kembali dari Asia tengah. Beredar rumor sebelumnya Xi Jinping dikudeta.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

1 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

1 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

2 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

2 hari lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

2 hari lalu

Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengungkap pihaknya akan meningkatkan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.


Top 3 Dunia: Foto Kuburan Ratu Elizabeth II, Rumor Xi Jinping Dikudeta

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Foto Kuburan Ratu Elizabeth II, Rumor Xi Jinping Dikudeta

Berita Top 3 Dunia Ahad 25 September 2022 diawali oleh publikasi foto kuburan Ratu Rlizabeth II di kapel Kerajaan, Windsdor


Soal Taiwan, Sergei Lavrov Ingatkan Amerika Sedang Main Api

3 hari lalu

Soal Taiwan, Sergei Lavrov Ingatkan Amerika Sedang Main Api

Sergei Lavrov menyebut Amerika Serikat sedang main api terkait sikapnya pada Taiwan.


Korea Utara Tembak Satu Rudal Balistik ke Laut

3 hari lalu

Korea Utara Tembak Satu Rudal Balistik ke Laut

Militer Korea Selatan melaporkan Korea Utara menembakkan sebuah rudal balistik ke arah timur laut wilayah Korea Utara pada Minggu, 25 September 2022.


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

3 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.