Kematian Virus Corona di Prancis Tembus 4.000

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis membawa pasien yang terinfeksi COVID-19 di atas kereta TGV kecepatan tinggi di stasiun kereta Gare d'Austerlitz, untuk mengevakuasi beberapa pasien virus Corona dari rumah sakit wilayah Paris ke Brittany, di Paris, Prancis 1 April 2020. [Thomas Samson / Pool via REUTERS]

    Staf medis membawa pasien yang terinfeksi COVID-19 di atas kereta TGV kecepatan tinggi di stasiun kereta Gare d'Austerlitz, untuk mengevakuasi beberapa pasien virus Corona dari rumah sakit wilayah Paris ke Brittany, di Paris, Prancis 1 April 2020. [Thomas Samson / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Prancis melaporkan 509 kematian baru akibat virus Corona di rumah sakit pada Rabu, jumlah kematian harian tertinggi Prancis akibat COVID-19.

    Kini total kematian virus Corona di Prancis mencapai 4.032 kasus.

    Angka ini membuat Prancis menjadi negara keempat yang melewati ambang 4.000 kematian setelah Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat,

    Dengan 13.155 kematian hingga saat ini, Italia menyumbang hampir 30 persen dari total kematian global. Spanyol memiliki 9.053 kematian dan sama seperti Perancis, Amerika Serikat baru saja melewati angka 4.000.

    Menurut laporan France24, 2 April 2020, sekarang ada 24.639 orang yang dirawat di rumah sakit di Prancis dengan COVID-19, dengan 6.017 di antaranya dirawat intensif, kata Direktur Badan Kesehatan Prancis Jerome Salomon.

    Pada hari Selasa, jumlah kematian Prancis telah meningkat sebesar 499.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenakan masker selama mengunjungi rumah sakit darurat yang dibangun oleh militer di luar Rumah Sakit Emile Muller di Mulhouse, Perancis Timur, 25 Maret 2020. RUmah sait darurat ini dibuat guna menjadi tempat isolasi pasien terdampak Virus Corona. Cugnot Mathieu/Pool via REUTERS

    Korban meninggal Prancis hanya mencakup mereka yang meninggal di rumah sakit dan bukan mereka yang meninggal di rumah atau di rumah orang tua.

    Salomon mengatakan bahwa jumlah kasus telah meningkat menjadi 56.989, naik sembilan persen dibandingkan kenaikan 17 persen pada hari Selasa.

    Dia juga mengatakan 6.017 orang berada dalam kondisi serius yang membutuhkan bantuan hidup, naik delapan persen dibandingkan dengan Selasa.

    Prancis telah meningkatkan jumlah tempat tidur di unit perawatan intensif dari 5.000 menjadi sekitar 10.000 sejak awal krisis dan bertujuan untuk mencapai 14.500 secepat mungkin.

    Berbicara melalui konferensi video di depan komite parlemen penanggulangan virus Corona, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan lockdown kemungkinan akan dibatalkan secara bertahap, dikutip dari Reuters.

    Pemerintah telah memerintahkan orang untuk tinggal di rumah mereka kecuali untuk perjalanan penting dari 17 Maret hingga setidaknya 15 April.

    "Sangat mungkin bahwa kita tidak menuju ke pencabutan lockdown secara langsung dan untuk semua orang," kata Philippe tanpa menunjukkan kapan pemerintah mungkin mulai melonggarkan atau sepenuhnya mencabut lockdown.

    Prancis, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat, menyumbang sekitar dua pertiga dari total kematian global virus Corona, yang sekarang mencapai lebih dari 45.000 kematian di seluruh dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?