Korban Meninggal Virus Corona Naik Lagi, Mencapai 130 Orang

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban meninggal virus Corona kembali naik. Pemerintah Cina mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal telah mencapai 132 orang per hari Rabu, 29 Januari 2020. Di sisi lain, ada 1400an kasus baru untuk warga terjangkit virus Corona.

    "Semuanya (korban meninggal) berasal dari provinsi Hubei yang dikarantina, sementara jumlah kasus warga terjangkit virus Corona naik sebanyak 1459 kasus menjadi 5974," berdasarkan keterangan Otoritas Kesehatan Nasional Cina yang dikutip dari kantor berita Reuters.

    Terus meningkatnya jumlah korban meninggal virus Corona menyusul pernyataan Presiden Cina, Xi Jinping, yang masih optimistis bahwa pemerintahannya bisa menangkal virus dengan nama resmi 2019 nCoV Corona atau Novel Corona tersebut. Ia menyebut Virus Corona sebagai "setan" dan ia tidak akan membiarkan setan tersebut bersembunyi.

    Hingga berita ini ditulis, berbagai negara telah mengambil langkah strategis untuk menghadapi serbuan virus Corona yang terus memakan korban. Salah satu langkah yang populer adalah menahan atau bahkan melarang penerbangan dari dan ke Cina. Amerika Serikat, misalnya, mengimbau agar warganya tidak bepergian ke Cina meskipun secara teknis tidak ada penahanan jalur penerbangan ke Cina.

    Beberapa perusahaan besar juga mengambil kebijakan yang sama. Facebook, misalnya, melarang seluruh pegawainya untuk tidak berpergian ke Cina kecuali untuk hal hal yang sangat mendesak. Selain itu, mereka juga melarang pegawai yang baru pulang dari Cina untuk masuk kantor dan menyarankan untuk kerja dari rumah saja.

    Adapun untuk evakuasi warga dari kawasan terpapar virus Corona, tidak semua negara berhasil melakukannya. Dibatasinya akses ke daerah terpapar oleh pemerintah Cina membuat proses evakuasi berjalan lamban. Indonesia, Inggris, dan Belanda, misalnya, masih melakukan upaya diplomatik agar Cina memberikan akses untuk mengevakuasi warga mereka. Amerika sudah mendapat akses untuk melakukan evakuasi, namun diprioritaskan untuk staf konsulat dan figur penting.

     “Kami takut juga, jumlah korban meninggal virus Corona bertambah terus hampir setiap hari. Kalau pun kepulangan kami bikin tetangga takut, kami enggak pikirkan itu. Yang penting kami ini selamat dulu,” ujar WNI yang berada di daerah terpapar virus Corona, Marina Febriyana Chariah.

    REUTERS | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.