Iran Janjikan Hadiah Rp 40,9 M bagi Pembunuh Presiden Trump

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang umat Islam memegang poster bergambarkan Presiden Trump saat melakukan Aksi Damai Darurat Al Quds Jerusalem longmarch dari Kedutaan Besar Palestina menuju Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, 8 Desember 2017. Dalam aksinya massa mengecam rencana Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. TEMPO/Subekti.

    Seorang umat Islam memegang poster bergambarkan Presiden Trump saat melakukan Aksi Damai Darurat Al Quds Jerusalem longmarch dari Kedutaan Besar Palestina menuju Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, 8 Desember 2017. Dalam aksinya massa mengecam rencana Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota parlemen Iran menjanjikan hadiah uang US$ 3 juta atau setara Rp 40,9 miliar bagi siapa saja yang membunuh Presiden AS Donald Trump.

    "Atas nama masyarakat provinsi Kerman, kami akan membayar hadiah US$ 3 juta tunai kepada siapa saja yang membunuh Trump,"kata Ahmad Hamzeh di hadapan 290 anggota parlemen Iran, mengutip laporan Reuters, 22 Januari 2020.

    Hamzeh tidak menyebutkan apakah hadiah uang itu apakah mendapat dukungan resmi dari para ulama yang memerintah Iran.

    Kota Kerman merupakan tanah kelahiran Jenderal Qassem Soleimani, komandan pasukan elit Garda Revolusi yang dibunuh pasukan Amerika Serikat di Baghdad, Irak pada 3 Januari lalu.

    Duta besar perlucutan senjata AS, Robert Wood mengatakan hadiah itu sebagai konyol dan menunjukkan watak teroris Iran.

    Ketegangan kedua negara semakin panas sejak Trump menarik Washington keluar dari perjanjian Nuklir Iran pada 2018 dan mendorong jatuhnya sanksi.

    Iran berulang kali menegaskan tidak memiliki senjata nuklir untuk menyerang negara lain.

    "Andai kami punya senjata nuklir hari ini, kami akan terlindungi dari ancaman... Kami harus memproduksi rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak tidak konvensional dalam agenda kami. Ini adalah hak kami," kata Hamzeh seperti dikutip dari ISNA.

    Laporan badan PBB untuk pengawasan senjata nuklir mengatakan Iran masih jauh dari pembuatan senjata nuklir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.