Korban Tewas Ukraine International Airlines dari Tujuh Negara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerabat korban kecelakaan pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines menaruh karangan bunga di Bandara Internasional Boryspil di Kiev, Ukraina, 8 Januari 2020. Pilot pesawat Ukraina tidak menyatakan situasi darurat sebelum pesawatnya jatuh. REUTERS/Valentyn Ogirenko

    Kerabat korban kecelakaan pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines menaruh karangan bunga di Bandara Internasional Boryspil di Kiev, Ukraina, 8 Januari 2020. Pilot pesawat Ukraina tidak menyatakan situasi darurat sebelum pesawatnya jatuh. REUTERS/Valentyn Ogirenko

    TEMPO.CO, JakartaUkraine International Airlines telah merilis nama-nama dari 176 orang di dalam Flight PS752 ketika jatuh di Iran saat dalam perjalanan ke Ukraina pada Rabu.

    Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan korban tewas berasal dari tujuh negara dengan rincian: 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afganistan, tiga warga Jerman dan tiga warga negara Inggris.

    Menurut laporan CNN, 9 Januari 2020, maskapai ini sebelumnya merilis nama-nama pilot dan kru, yang meninggal dalam kecelakaan itu, yakni Kapten Volodymyr Gaponenko (11.600 jam di pesawat Boeing 737 termasuk 5.500 jam sebagai kapten); Pilot instruktur Oleksiy Naumkin (12.000 jam di pesawat Boeing 737 termasuk 6.600 jam sebagai kapten); Perwira pertama Serhii Khomenko (7.600 jam dengan pesawat Boeing 737).

    Sementara kru pesawat sebagai berikut: Ihor Matkov (kepala pramugari), Kateryna Statnik, Mariia Mykytiuk, Valeriia Ovcharuk, Yuliia Solohub, Denys Lykhno.

    Dikutip dari New York Times, Kementerian Luar Negeri Kanada telah memperingatkan warga Kanada untuk menghindari perjalanan tidak penting ke Iran, dengan mengutip "situasi keamanan yang tidak menentu, ancaman regional terorisme, dan risiko penahanan sewenang-wenang."

    "Warga Kanada, khususnya yang memiliki dua kewarganegaraan Kanada-Iran, berisiko diinterogasi, ditangkap, dan ditahan secara sewenang-wenang," kata peringatan perjalanan itu. "Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan Kanada tidak akan diberikan akses konsuler ke dua warga negara Kanada-Iran. Warga ganda Kanada-Iran harus secara hati-hati mempertimbangkan risiko bepergian ke Iran."

    Barang-barang diduga milik penumpang terlihat di lokasi jatuhnya pesawat International Airlines Ukraina PS 752 di pinggiran Teheran, Iran, Rabu, 8 Januari 2020. Menurut layanan pelacakan udara FlightRadar24, pesawat Boeing 737-NG yang jatuh itu baru berusia 3 tahun. Nazanin Tabatabaee/WANA

    Transport Canada, kementerian transportasi Kanada, mengatakan bahwa Air Canada, satu-satunya maskapai penerbangan Kanada yang beroperasi di wilayah tersebut. "Air Canada telah mengubah rute untuk memastikan keamanan penerbangannya ke dan di Timur Tengah," kata Kementerian Transportasi Kanada.

    Penyelidik kecelakaan pesawat Ukraina mengatakan ada beberapa teori dugaan kecelakaan pesawat di Iran.

    Ketua Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danilov, menulis di Facebook bahwa pertemuan berlangsung Kamis dengan pihak berwenang Iran, di mana berbagai penyebab di balik kecelakaan itu "sedang dipelajari".

    Dugaan ini termasuk teori bahwa pesawat itu dihantam oleh rudal anti-pesawat, tulis Danilov.

    Masih belum jelas apa yang menyebabkan kecelakaan itu dan beberapa penjelasan, termasuk kegagalan teknis, belum dikesampingkan.

    Teori lain yang dipertimbangkan adalah apakah pesawat bertabrakan dengan drone atau "objek terbang lainnya", masalah teknis dengan mesin pesawat yang menyebabkannya meledak, atau dugaan apakah ledakan di dalam pesawat Ukraine International Airlines adalah tindakan teroris.

    Sementara otoritas Iran mengatakan pesawat Ukraine International Airlines terbakar sebelum jatuh di barat daya Teheran, yang menewaskan 176 penumpang dan kru pada Rabu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.