Kartel Narkoba Serang Polisi Meksiko karena Tangkap Anak El Chapo

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berpatroli di jalan Culiacan setelah orang-orang bersenjata dari kartel bertempur dengan pasukan keamanan.[CNN]

    Polisi berpatroli di jalan Culiacan setelah orang-orang bersenjata dari kartel bertempur dengan pasukan keamanan.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Baku tembak berdarah terjadi antara pasukan keamanan Meksiko dan anggota kartel narkoba di negara bagian Sinaloa minggu ini, ketika operasi penangkapan anak raja narkoba El Joaquin "El Chapo" Guzman.

    Tentara sementara menahan Ovidio Guzman Lopez selama operasi hari Kamis di kota Culiacan, kata para pejabat, seperti dikutip dari CNN, 19 Oktober 2019. Tetapi ketika pertempuran berlanjut, dia dibebaskan dan operasi itu ditangguhkan untuk menyelamatkan nyawa, kata menteri pertahanan dan menteri keamanan Meksiko pada Jumat.

    Pertempuran selama berjam-jam menewaskan lima penyerang, satu anggota Garda Nasional Meksiko, dan satu warga sipil, kata Menteri Keamanan Alfonso Durazo di Twitter.

    Sejumlah pria bersenjata kartel narkoba berdiri di luar sebuah toko selama baku tembak dengan pasukan federal menyusul penahanan Ovidio Guzman, putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman, di Culiacan, negara bagian Sinaloa, Meksiko 17 Oktober 2019.[Reuters / Jesus Bustamante]

    Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengakui pada Jumat bahwa pasukan keamanan pergi ke Culiacan untuk menangkap putra El Chapo atas perintah hakim. Kabinet Keamanan Meksiko akhirnya menunda operasi nyawa warga sipil.

    Obrador tidak menyangkal, ketika ditanya oleh wartawan, bahwa Ovidio Guzman Lopez dibebaskan.

    "Penangkapan seorang penjahat tidak bisa bernilai lebih dari nyawa orang-orang...banyak warga negara, orang-orang, manusia berada dalam risiko," kata López Obrador saat konferensi pers di Oaxaca.

    Sembilan tentara pemerintah atau petugas penegak hukum yang ditangkap oleh anggota kartel narkoba yang dicurigai selama pertempuran dibebaskan, ketika pemerintah menghentikan operasi itu, ungkap Menteri Pertahanan Nasional Meksiko Luis Cresencio.

    Mayat-mayat tergeletak di samping sebuah mobil selama baku tembak antara orang-orang bersenjata kartel narkoba dan pasukan federal menyusul penahanan Ovidio Guzman, putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman, di Culiacan, negara bagian Sinaloa, Meksiko, 17 Oktober 2019. [Reuters / Jesus Bustamante]

    Menurut laporan RT.com, putra El Chapo, Ovidio Guzman, sempat ditangkap sebentar setelah patroli polisi federal menyerbu persembunyiannya bersama orang tiga lain pada Kamis sore. Begitu kartel mengetahui bahwa putra raja obat bius telah ditangkap, kelompok-kelompok penjahat bersenjata mulai menyerang polisi di seluruh kota dengan senjata yang berat, memblokir jalan-jalan dan membakar kendaraan.

    Pasukan pemerintah berencana menangkap Guzman Lopez untuk diekstradisi ke Amerika Serikat, tambah Durazo.

    Guzman Lopez, 28 tahun, diyakini memiliki peran besar dalam kartel narkoba Sinaloa yang kuat dan menghadapi dakwaan konspirasi atas distribusi narkoba di AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.