14 Polisi Meksiko Tewas Diserbu Kartel Narkoba

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Meksiko menghentikan mobil di wilayah Acapulco, untuk mengadakan pemeriksaan kendaraan. Langkah ini dilakukan menyusul kaburnya kartel paling berbahaya dari penjara.  Mexico City, Juli 12, 2015. REUTERS

    Tentara Meksiko menghentikan mobil di wilayah Acapulco, untuk mengadakan pemeriksaan kendaraan. Langkah ini dilakukan menyusul kaburnya kartel paling berbahaya dari penjara. Mexico City, Juli 12, 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - 14 polisi Meksiko tewas setelah konvoi mereka diserbu oleh kartel narkoba pada Senin kemarin.

    Serangan terjadi di negara bagian Michoacan, wilayah yang menjadi medan perang antargeng narkoba selama puluhan tahun. Wilayah ini dikuasai geng narkoba New Generation Jalisco Cartel, yang telah muncul dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu kelompok kejahatan terorganisir yang dominan di Meksiko.

    Dilaporkan New York Times, 15 Oktober 2019, Israel Patrón, direktur keamanan publik negara bagian Michoacan, mengatakan konvoi polisi yang terdiri dari 41 petugas polisi, hendak menjemput seorang perempuan dan putrinya yang akan bersaksi sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga.

    Ketika konvoi menyeberang melalui desa El Aguaje, mereka diserang dari belakang oleh orang-orang bersenjata. Selain menewaskan 14 polisi, serangan itu juga melukai tiga petugas. Sementara CNN dan Reuters melaporkan 13 polisi tewas.

    Otoritas federal mengatakan 14 polisi tewas, sementara pejabat Michoacan melaporkan bahwa 13 petugas tewas, menurut laporan Reuters. Tidak dilaporkan apakah ada korban dari pihak penyerang.

    Pasukan keamanan federal dan negara bagian, termasuk Garda Nasional, sedang melakukan perburuan untuk menemukan para penyerang, kata Patrón.

    Penyergapan terhadap polisi Meksiko terjadi di daerah yang diperebutkan oleh beberapa kartel narkoba Meksiko.[CNN]

    Kartel Jalisco telah beberapa kali menyerang aparat keamanan negara, kata Falko Ernst, analis Meksiko untuk International Crisis Group. Sementara kartel saingan mereka di negara bagian, Ksatria Templar dan Viagras, berusaha mempertahankan hubungan yang lebih baik dengan polisi. Kartel Jalisco bergerak dari perbatasan pegunungan antara Jalisco dan Michoacan ke wilayah Tierra Caliente.

    Kontrol atas wilayah itu memungkinkan geng-geng kriminal untuk memproduksi obat-obatan - termasuk metamfetamin (sabu) dan melakukan kontrol atas industri alpukat dan kapur lokal, kata Ernst. Garda Nasional telah dikerahkan di beberapa bagian Tierra Caliente.

    Foto-foto tempat kejadian yang dipublikasikan di media sosial menunjukkan kendaraan polisi yang penuh peluru terbakar, serta mayat-mayat petugas yang tewas terbaring di tanah.

    Foto juga memperlihatkan plakat yang ditinggalkan di kendaraan yang ditandatangani oleh Jalisco Cartel Generasi Baru, salah satu geng paling kuat di Meksiko, memperingatkan polisi untuk tidak mendukung kartel pesaing mereka.

    Saat pelantikan, Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador, telah berjanji untuk mengatasi kekerasan di Meksiko dengan strategi baru.

    Lopez Obrador berpendapat bahwa cara terbaik untuk menyerang kejahatan terorganisir adalah dengan memberantas korupsi dan mengatasi akar penyebab kemiskinan. Dia juga telah menciptakan pasukan polisi militer yang bersifat militer, Garda Nasional, dan menempatkannya di wilayah paling ganas di negara itu.

    "Anda tidak bisa melawan api dengan api, saya sudah mengatakannya berkali-kali," kata López Obrador pada Senin. "Anda tidak bisa melawan kekerasan dengan kekerasan, Anda tidak bisa melawan kejahatan dengan kejahatan. Anda harus melawan kejahatan dengan berbuat baik."

    Lopez Obrador mengatakan penyergapan di negara bagian barat Michoacan sangat disesalkan, tetapi dia menegaskan kembali bahwa strategi meningkatkan anggaran keamanan dan mengatasi akar penyebab kekerasan kartel narkoba akan membuahkan hasil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.