Brankas Terbuka, Perampok Bawa Kabur 1.567 Koin Emas Meksiko

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brankas koin emas pabrik milik pemerintah, Casa de Moneda [Reuters / Ivan Alvarado / RT.com]

    Brankas koin emas pabrik milik pemerintah, Casa de Moneda [Reuters / Ivan Alvarado / RT.com]

    TEMPO.CO, Jakarta -  Sepasang perampok bersenjata di Meksiko dengan mudah membawa kabur koin emas senilai US$ 2,5 juta (Rp 35,5 miliar) setelah brankas koin emas terbuka.

    Dua orang memasuki pabrik koin pemerintah Casa de Moneda pada Selasa di Mexico City, dengan satu orang perampok memegang senjata api, menurut laporan RT.com, 8 Agustus 2019.

    Mereka melumpuhkan penjaga keamanan dan mencuri senjatanya sebelum salah satu pencuri menuju ke lemari besi. Beruntung bagi perampok, brankas koin emas terbuka, dan mulai mengisi tasnya dengan koin.

    Kedua perampok kemudian kabur dengan sepeda motor sebelum polisi tiba.

    Polisi sedang mencari pelaku pencurian, yang terjadi pada siang hari di salah satu jalan paling bergengsi di ibu kota Meksiko, CNN en Espanol melaporkan.

    Polisi mengatakan mereka sedang memeriksa rekaman kamera keamanan yang disediakan oleh pabrik koin, yang memperlihatkan para tersangka beraksi.

    Koin emas curian, yang dikenal sebagai 'centenarios,' bernilai total sekitar US$ 2,5 juta.[CNN]

    Polisi mengatakan para perampok melarikan diri dengan 1.567 koin emas, yang dikenal sebagai centenarios. Koin-koin tersebut memiliki nilai nominal US$ 2.56 (Rp 36 ribu), tetapi diperdagangkan masing-masing US$ 1.610 (Rp 22,8 juta), sehingga total nilainya setidaknya US$ 2,5 juta (Rp 35,5 miliar).

    Dikutip dari laporan Univision, Sekretaris Citizen Security Mexico City mengatakan, karena perampok langsung menuju brankas, beberapa karyawan pabrik koin emas Meksiko itu kemungkinan terlibat dalam perampokan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.