India Beli Rudal Anti-Tank dari Rusia Senilai Rp 400 Miliar

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • India dan Rusia menandatangani persetujuan pembuatan rudal BrahMos, pada Februari 1998. Uji coba pertama dilakukan di Chandipur, Orissa, pada Juni 2001. Rudal BrahMos resmi memasuki layanan angkatan bersenjata India, pada 2006. Rudal ini memperkuat  Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara India. Beberapa sumber melaporkan bahwa Militer India memiliki sekitar 1.000 rudal BrahMos. sputniknews.com

    India dan Rusia menandatangani persetujuan pembuatan rudal BrahMos, pada Februari 1998. Uji coba pertama dilakukan di Chandipur, Orissa, pada Juni 2001. Rudal BrahMos resmi memasuki layanan angkatan bersenjata India, pada 2006. Rudal ini memperkuat Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara India. Beberapa sumber melaporkan bahwa Militer India memiliki sekitar 1.000 rudal BrahMos. sputniknews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah India menandatangani kesepakatan pembelian sejata rudal anti-tank dari Rusia. Rudal Strum Ataka ini bakal dipasang di helikopter tempur Mi-35.

    Baca juga: India Sewa Kapal Selam Nuklir Bekas Rusia Senilai Rp 43 Triliun

     

    “Kesepakatan ini diteken dengan Rusia terkait klausa darurat, yang memungkinkan rudal akan dikirim dalam tiga bulan setelah penandatangan kontrak,” begitu dilansir Economic Times pada Senin, 1 Juli 2019.

    Nilai pembelian rudal anti-tank ini sekitar Rp400 miliar. Militer India berharap bakal mendapatkan tambahan kemampuan untuk serangan helikopter terhadap tank dan kendaraan lapis baja musuh.

    Baca juga: Ini Keunggulan S-400 Rusia yang Dilirik Turki, India, dan Qatar

     

    Helikopter Mi-35 merupakan armada tempur saat ini dari Angkatan Udara India. Helikopter ini bakal digantikan oleh helikopter Apache, yang dibeli dari AS, dan bakal mulai dikirim pada Agustus 2019.

    Militer India telah berupaya membeli rudal anti-tank ini sejak lama. Kesepakatan ini akhirnya bisa diteken dengan menggunakan ketentuan darurat setelah berproses sekitar satu dekade.

    Baca juga: India Gelar Pertemuan Blok Pertahanan, Rusia, India dan Iran Hadir

     

    Pada pekan lalu, Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, memberi presentasi mengenai procurement yang dilakukan ketiga angkatan menggunakan ketentuan darurat.

    Angkatan Darat India juga sedang dalam proses pembelian rudal anti-tank Spike, yang bakal dibeli dari Prancis. AD India juga bakal membeli rudal anti-serangan udara Igla-S dari Rusia menggunakan ketentuan darurat.

    Menurut aturan yang ada, ketiga angkatan di militer India bisa membeli peralatan tempur dalam tiga bulan dengan biaya maksimal Rp600 miliar per item.

    Baca juga: Amerika Serikat Peringatkan India Jika Beli S-400 Rusia

     

    Pemerintah India memberikan kewenangan penggunaan ketentuan darurat ini pasca serangan teror Pulwama, yang menewaskan sekitar 40 orang personel. Ini membuat militer India meningkatkan kehadiran di perbatasan dengan Pakistan.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.